Disdag Buka Toko Acuan, Jadi Barometer Harga di Pasar Tradisional
MADIUN – Di Pasar Sleko Madiun ada satu kios yang digunakan sebagai barometer harga. Namanya, toko acuan. Ya, kios menjual berbagai macam kebutuhan pokok dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) atau harga acuan penjualan (HAP). Kios ini merupakan hasil kerja bareng Dinas Perdagangan, Bulog, dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).
‘’Jadi ini bukan pesaing pedagang. Karena kita jual sesuai HET atau HAP. Kios ini untuk barometer harga di pasar tradisional,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun, Ansar Rosidi, Jumat (21/2).
Komoditas yang dijual beragam. Seperti beras medium lokal, beras premium Bulog, minyak goreng, dan gula pasir. Selain itu, beras medium lokal kerjasama dengan penggilingan padi di Kota Madiun juga sudah tersedia. Ansar menambahkan toko bisa menjadi acuan untuk memantau pergerakan harga.
‘’Ketika di toko acuan sepi berarti harga di dalam pasar murah dan sebaliknya. Jadi ini bisa menjadi salah satu indikator kita,’’ ujarnya.
Ansar menyebut keberadaan toko acuan juga mendapat respon baik pedagang. Sebab, toko acuan bisa bertindak sebagai grosir kepada pedagang. Artinya, toko acuan bisa menjadi tempat kulak para pedagang.
‘’Sudah kita sosialisasikan kepada pedagang dan Alhamdulillah pedagang merespon baik,’’ ujarnya.
Toko acuan tersebut sudah buka akhir tahun lalu. Ke depan, juga akan merambah ke pasar tradisional lain. Seperti Pasar Besar dan Pasar Srijaya. (rams/agi/madiuntoday)