Tingkatkan Pelayanan Simpang, Dishub Pertahankan Rekayasa Lalin Sawo-Citandui
MADIUN - Sebagai upaya meningkatkan kelancaran laju kendaraan, khususnya pada momen perayaan tertentu, Dinas Perhubungan seringkali melaksanakan rekayasa lalu lintas.
Hal ini salah satunya seperti tampak di simpang empat Jalan Cokroaminoto, Cintandui, dan Sawo. Sejak masa angkutan Nataru 2024/2025, Dishub menempatkan barier sehingga pengendara dari Sawo tidak dapat lurus langsung ke Citandui.
Rekayasa lalu lintas ini rupanya dipertahankan karena dianggap lebih efektif untuk meningkatkan pelayanan simpang.
"Betul, sampai saat ini rekayasa lalu lintas Simpang Cokro-Citandui dipertahankan dengan pertimbangan terjadi peningkatan tingkat pelayanan simpang tersebut," ujar Subkoordinator Managemen dan Rekayasa Lalin Dishub Kota Madiun, Bayu Dwi Prasetyo saat dikonfirmasi, Jumat (21/2).
Menurut Bayu, penumpukan kendaraan terjadi di jam tertentu meski tidak ada momen perayaan khusus. Misalnya, saat jam pulang sekolah. "Dengan rekayasa yang sekarang, kondisi lalu lintas menjadi lebih kondusif," imbuhnya.
"Sama halnya dengan simpang Hayam Wuruk yang dipertahankan dengan rekayasa belok kiri jalan terus karena meningkatkan kinerja simpang tersebut," tandasnya. (Rams/irs/madiuntoday)