Bakal Ada MBG Bumil, Busui, dan Balita, Menteri Wihaji Cek Dapur Umum dan Simulasikan Pendistribusian di Kota Madiun
MADIUN – Kota Madiun kembali menjadi perhatian nasional. Kali ini berkaitan dengan rencana pengembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sasaran ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita nonPAUD. Ya, Kota Madiun menjadi lokasi uji coba program tersebut dengan dipantau Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Wihaji, Rabu (26/2).
‘’Hari ini saya didampingi Deputi dari BGN (Badan Gizi Nasional) dan Wawali serta ibu Ketua TP PKK Kota Madiun untuk melaksanakan simulasi MBG khusus ibu hamil, ibu menyusui, dan balita nonPAUD,’’ kata Wihaji.
Seperti diketahui, program MBG tidak hanya menyasar anak sekolah dan santri di pondok pesantren. Tetapi juga dikembangkan dengan menyasar bumil, busui, dan balita. Namun, tentu penyampaiannya berbeda. Wihaji menyebut ketiga sasaran tidak bisa dikumpulkan di satu tempat seperti anak sekolah. Karenanya, bakal didistribusikan petugas. Pihaknya, memiliki tim pendamping keluarga (TPK) yang bakal mengantarkan paket MBG ke rumah sasaran.
‘’Pendekatannya tentu berbeda. Tidak mungkin dikumpulkan di satu tempat. Maka harus didistribusikan. Ini tadi saya juga dari lokasi dapur umum ke rumah sasaran naik motor, nantinya juga seperti itu,’’ ujarnya.
Menteri memang memantau jalannya program secara menyeluruh. Menteri pertama memantau lokasi memasak makanan di dapur umum Jalan Tirta Raya. Setelahnya naik motor bersama TPK ke rumah sasaran untuk mengantarkan paket MBG. Yakni, di rumah jalan Tirta Raya dengan sasaran busui dan di lokasi Rusunawa 1 Jalan Manis Raya dengan sasaran balita.
‘’Semua sudah bagus. Armada ada petugas juga ada. Tinggal pengawasan karena jangan sampai makanan ini dimakam suami atau orang lain. Ini harus dimakam penerima manfaat sebagai bagian dari asupan gizi sasaran,’’ ungkapnya.
Sementara itu Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama di Badan Gizi Nasional (BGN) Nyoto Suwignyo menyebut hadirnya Kemendukbangga menjadi contoh program MBG tidak berjalan sendiri. Kemendukbangga dengan armada dan kader-kadernya hadir membantu mensukseskan program ini. Karenanya, dirinya berterima kasih akan hal tersebut.
‘’Ini bukti bahwa MBG ini tidak berjalan sendiri. Ini butuh kerja sama dengan berbagai pihak dan ini sudah berjalan dengan baik,’’ ungkapnya. (ws hendro/rams/agi/madiuntoday)