Hebat! Tim Barongsai Kota Madiun Borong Medali Kejuaraan Blitar




MADIUN – Tim barongsai Kota Madiun kembali meraih prestasi membanggakan. Dalam kejuaraan barongsai di Blitar pada Jumat (28/2) lalu, mereka berhasil memborong medali kemenangan.

Tak tanggung-tanggung, dari lima kategori yang dilombakan, tim Kota Madiun berhasil meraih juara di empat kategori. Rinciannya, tiga emas dan satu perunggu.

Adapun medali emas diperoleh dari kategori tradisional U-19 yang dipunggawai Revan Nazriel K dari SMKN 2 Madiun, James Manuel Gunawan dari Ubaya, Anastasia dari SMAN 5 Madiun, Anggi Ayudya P dari SMAN 2 Madiun, Surya Adi Putra dari SMKN 5 Madiun, dan Islam dari SMKN 1 Madiun.

Selain itu, dua emas lainnya disumbangkan oleh Khicirou dan Revan yang tampil berpasangan pada kategori ketangkasan Shang Tui dan Gua Yao.

Kemudian, medali perunggu diperoleh dari kategori tradisional U-15 yang beranggotakan Richie Koh dari SDK St. Bernardus, Riski Putra S dari SMPN 7 Madiun, Kichirou dari SD Mitra Harapan, Amelia Wahyudi dari SMPN 6 Madiun dan Sky Zeroun dari SDN 05 Madiun Lor.

Ketua Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kota Madiun Agus Setiawan mengatakan, perolehan medali di kejuaraan barongsai yang diikuti oleh belasan tim dari tujuh daerah di Jatim tersebut membuktikan bahwa cabang olahraga (cabor) yang dipimpinnya kompetitif.

Karena itu, dia membuka peluang bagi siapa pun untuk bergabung dengan FOBI Kota Madiun.

Agus memastikan jaminan prestasi dapat terus direngkuh asalkan proses pembibitan dan pembinaan atlet berjalan optimal.

’’Dan, bahwasannya cabor barongsai itu multiculture. Tidak hanya khusus orang Tionghoa saja, tetapi anggotanya berasal dari berbagai suku,’’ tuturnya.

Setelah sukses di kejuaraan Barongsai di Kota Blitar, selanjutnya Khicirou dkk mulai difokuskan untuk mengikuti persiapan Porprov Jatim 2025. Pemusatan pelatihan dilakukan di GOR Tenis, Kota Madiun dengan diikuti seluruh atlet.

Agus mengungkapkan, pihaknya menargetkan setidaknya bisa mempertahankan perolehan emas pada Porprov 2023 lalu, meski saat itu masih bersifat cabor eksebisi.

'’Persaingan antardaerah saat ini sudah semakin ketat. Minimal setidaknya bisa memperoleh satu medali emas, tapi diharapkan bisa menyamai atau melebihi perolehan medali pada Porprov 2023,’’ tandasnya. (Istimewa/irs/madiuntoday)