Awas Bahaya Mengintai! KAI Ingatkan Anak-anak Jauhi Rel Saat Main Layangan



MADIUN – Cuaca berangin belakangan ini membuat langit Kota Madiun ramai oleh layangan. Tapi ada pemandangan yang meresahkan, yakni banyak anak-anak bermain layangan terlalu dekat dengan jalur rel kereta api. Aktivitas yang tampak sepele ini menyimpan bahaya besar, bahkan bisa berujung pada kehilangan nyawa.


PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 7 Madiun pun angkat bicara. Mereka menegaskan bahwa rel bukan tempat bermain. Jalur tersebut adalah kawasan terbatas yang tidak boleh digunakan untuk aktivitas apapun selain operasional kereta.


“Jalur kereta api itu kawasan berbahaya, sudah diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan PM 94 Tahun 2018 dari Kementerian Perhubungan,” jelas Manager Humas Daop 7 Madiun, Rokhmat Makin Zainul.


Menurutnya, benang layangan yang putus atau tersangkut bisa membahayakan perangkat listrik dan kabel di sekitar rel. Jika terputus saat kereta melintas, bisa mengganggu perjalanan bahkan memicu kecelakaan.


Tak hanya itu, anak-anak yang mengejar layangan kerap berlari sembarangan, tanpa menyadari kedatangan kereta yang bisa muncul sewaktu-waktu. Padahal, satu detik kelalaian bisa fatal.


KAI pun berkomitmen menekan risiko ini dengan meningkatkan sosialisasi dan patroli di wilayah rawan. Edukasi akan digencarkan, terutama bagi warga yang tinggal dekat jalur rel.


“Kami mengajak orang tua agar aktif mengingatkan anak-anaknya. Jangan tunggu sampai kejadian buruk terjadi. Ini soal keselamatan nyawa,” tegas Rokhmat.


Ia juga meminta masyarakat umum agar tidak menjadikan rel kereta sebagai tempat bermain atau lalu lalang. Sebab keselamatan di jalur kereta adalah tanggung jawab bersama.


Dengan langkah preventif ini, KAI berharap tidak ada lagi kejadian tragis akibat aktivitas di area rel. Kesadaran kecil bisa menyelamatkan nyawa.