Dari Botol Jadi Sapu, Cara Warga Nambangan Lor Ubah Sampah Jadi Berkah
MADIUN – Siapa sangka, botol plastik bekas air mineral yang biasa berakhir di tempat sampah bisa disulap menjadi sapu bernilai jual. Inovasi inilah yang dilakukan warga Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Melalui kegiatan yang digelar Bank Sampah Sehati, mereka menunjukkan bahwa kreativitas bisa menjadi solusi atas persoalan sampah plastik sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Sebanyak 40 warga dari dua RT/RW antusias mengikuti pelatihan daur ulang itu. Suasana hangat dan semangat terlihat sejak awal, ketika para peserta mulai memotong botol plastik satu per satu. Dari tangan-tangan terampil itulah lahir karya unik, sapu dari botol bekas yang kuat, bermanfaat, dan tentu saja bernilai jual.
“Setiap sapu bisa memanfaatkan sekitar 36 botol plastik. Selain membantu mengurangi sampah, hasilnya juga bisa dijual Rp15 ribu per buah,” terang Siyam Sumartini, Master Sampah Kota Madiun, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
Harga itu jelas lebih tinggi dibandingkan jika botol hanya dijual ke pengepul dengan harga sekitar Rp3 ribu per kilogram. Artinya, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan lingkungan, tapi juga membuka peluang ekonomi rumahan bagi warga.
Kader lingkungan RW 14, Titik Roesmiati, menyebut kegiatan semacam ini rutin dilakukan Bank Sampah Sehati. Tujuannya, menumbuhkan kesadaran warga agar lebih peduli terhadap sampah rumah tangga sekaligus menumbuhkan kreativitas dalam pengelolaannya.
“Kami ingin warga melihat sampah bukan sebagai beban, tapi peluang. Karena kalau dikelola dengan benar, bisa jadi sumber penghasilan,” ujarnya.
Bank Sampah Sehati sendiri menerapkan sistem pemilahan tiga warna, kuning untuk sampah anorganik, hijau untuk sampah organik seperti sisa makanan dan daun, serta merah untuk sampah B3. Dari pemilahan itulah muncul ide memanfaatkan botol plastik yang berasal dari kantong kuning sebagai bahan utama pembuatan sapu.
Kini, peran Bank Sampah Sehati meluas. Tak hanya menjadi tempat pengelolaan sampah, tetapi juga berkembang menjadi wisata edukasi lingkungan yang kerap dikunjungi pelajar maupun warga dari kelurahan lain.
Langkah sederhana warga Nambangan Lor ini menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari rumah. Dari botol bekas menjadi sapu, dari sampah menjadi berkah, semuanya mengarah pada satu tujuan besar yakni mewujudkan Kota Madiun Zero Sampah 2027.
(im/kus/madiuntoday)