Tak Nyaman di Keramaian tapi Juga Tak Betah Sendiri? Mungkin Anda Otrovert



MADIUN - Selama ini, kepribadian manusia kerap dibagi menjadi tiga kategori besar, yakni introvert, ekstrovert, dan ambivert. Namun, tidak sedikit yang merasa diri mereka tak benar-benar masuk ke salah satu tipe tersebut. Dari sinilah muncul istilah baru otrovert, kepribadian yang berada di antara dua kutub itu.


Berbeda dari ekstrovert yang menikmati keramaian atau introvert yang nyaman menyendiri, otrovert lebih memilih interaksi personal yang tenang dan bermakna. Mereka tidak menolak bersosialisasi, tapi cenderung fokus pada hubungan yang berkualitas, bukan jumlahnya.


Istilah otrovert pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rami Kaminski, psikiater asal New York. Konsep ini muncul untuk menggambarkan individu yang tak sepenuhnya cocok dengan label klasik. Dalam acara sosial, mereka hadir namun lebih banyak berinteraksi dengan lingkaran kecil yang akrab.


Ciri khas otrovert antara lain mandiri secara emosional, selektif dalam bergaul, serta kreatif dan berpikir di luar kebiasaan umum. Mereka mampu beradaptasi di berbagai lingkungan, tetapi tetap menjaga ruang pribadi agar tetap seimbang secara mental.


Meski sekilas tampak menyendiri, otrovert bukan tipe antisosial. Mereka justru menghargai hubungan yang tulus dan mendalam, bukan sekadar interaksi permukaan. Prinsip mereka sederhana: kualitas di atas kuantitas dalam pertemanan maupun pekerjaan.


Sekilas mirip dengan ambivert, otrovert sebenarnya memiliki perbedaan penting. Ambivert bisa dengan mudah berganti antara introversi dan ekstroversi tergantung suasana hati, sedangkan otrovert lebih konsisten menjaga jarak dari hiruk pikuk sosial, dan hanya berkembang dalam koneksi kecil yang berarti.


Dr. Kaminski mencontohkan beberapa tokoh dunia yang diduga otrovert, seperti Frida Kahlo, Franz Kafka, Albert Einstein, hingga Virginia Woolf. Mereka dikenal mandiri, reflektif, dan penuh ide orisinal ciri khas otrovert yang menonjol dalam karya dan pemikirannya.


Dalam dunia modern, konsep otrovert mulai banyak diakui. Aktris Kanada Lisa Ray bahkan menyebut dirinya otrovert, menandakan bahwa tipe ini bisa muncul pada siapa pun, terlepas dari profesi atau usia. Memahami kecenderungan ini dapat membantu seseorang lebih menerima diri sendiri dan menyesuaikan gaya hidupnya.


Otrovert hadir sebagai pengingat bahwa tidak semua orang cocok dengan kategori lama. Mereka menunjukkan bahwa keheningan, kreativitas, dan selektivitas juga merupakan bentuk kekuatan sosial cara lain untuk terhubung dengan dunia tanpa kehilangan jati diri.

(ws hendro/kus/madiuntoday)