Indeks SDI Kota Madiun Tertinggi di Jawa Timur, Juga Lampaui Capaian Provinsi



MADIUN – Pelaksanaan Satu Data di Kota Madiun terbukti baik. Bagaimana tidak, nilai indeks Satu Data Indonesia (SDI) untuk Kota Pendekar mencapai 80,99. Itu merupakan nilai tertinggi di Jawa Timur untuk 2024. Kota Madiun bahkan melebihi capaian Provinsi Jawa Timur yang mendapat nilai indeks SDI 76,95. 


Kepala Bidang Statistik dan Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun Eny Yusriani menyebut penilaian indeks SDI mencangkup tiga domain dan delapan aspek. Yakni, Domain Kebijakan dan Kelembagaan yang mendapat nilai 97,74, Domain Penyelenggaraan SDI yang mendapat nilai 57,58, dan Domain Data Leadership yang mendapat nilai 100. 


Sementara dari delapan aspek, lima di antaranya mendapatkan nilai sempurna. Yakni, aspek kelembagaan, pengumpulan, penyebarluasan, pemanfaatan data, dan aspek pembiayaan. Selain itu, aspek kebijakan juga mendapat nilai cukup tinggi. Yakni, mencapai 95,48. Namun, bukan berarti tidak ada pekerjaan rumah. Dua aspek tersisa masih butuh peningkatan nilai. Yakni, aspek perencanaan yang mendapatkan nilai 33,27 dan aspek pemeriksaan dengan nilai 39,44. 


‘’Capaian ini berkat kerja sama antara Dinas Kominfo selaku walidata dengan Bapperida, OPD produsen data, dan OPD terkait lainnya,’’ ujar Eny.


Eny tak menampik Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai pengampu SDI juga memberikan rekomendasi-rekomendasi. Seperti me-review kembali peraturan yang diterbitkan dengan mengacu pada juklak. Menurut mereka, peraturan belum memuat bagia ketentuan peralihan. Selain itu juga ada rekomendasi terkait pemetaan data prioritas sesuai dengan regulasi yang berlaku dengan daftar data instansi pemerintah daerah. 


‘’’Rekomendasi tentu akan kita tindaklanjuti sebagai perbaikan ke depan,’’ ungkapnya. 


Eny menambahkan urusan Satu Data tersebut, Kota Madiun juga mendapatkan penghargaan dari Provinsi Jawa Timur. Kota Madiun baru saja mendapatkan Satu Data (SATA) Jatim Awards, Sabtu (8/11) lalu. Kota Pendekar mendapatkan peringkat terbaik kedua untuk kota/kabupaten. Penghargaan diberikan pada saat Kongres Indonesia Creative Cities Festival (ICFF) 2025 di Malang. (oxt/agi/madiuntoday)