Bangun Kemandirian Pangan, Pemkot Madiun Dorong P2L dan P2B



MADIUN - Swasembada pangan di Kota Madiun bukan sekadar slogan. Lewat Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B), kelompok masyarakat mampu mengembangkan lahan pekarangan menjadi sumber pangan.

Hingga kini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun mencatat sebanyak 60 kelompok pengelola P2L dan P2B.

‘’Total 60 kelompok. Perinciannya 52 kelompok P2L dan delapan kelompok P2B,’’ kata Kabid Pertanian DKPP Kota Madiun Wahyu Niken Febrianti, Selasa (13/1).

Niken menjelaskan, P2L dan P2B merupakan program yang berbeda. Untuk P2L, sambung dia, berfokus pada budidaya tanaman sayur dan buah. Di antaranya cabai, tomat, terong, sawi, hingga kangkung yang memanfaatkan lahan pekarangan warga.

Sedangkan P2B merupakan konsep pertanian terpadu. Selain tanaman hortikultura, program ini terintegrasi dengan sektor perikanan dan peternakan.

‘’Dari delapan P2B, enam di antaranya merupakan P2L yang bertransformasi menjadi P2B. Transformasi ini sesuai arahan wali kota terkait penguatan konsep pertanian terpadu,’’ ungkapnya.

Dalam membangun kemandirian pangan, Niken menyebut DKPP mengambil peran melakukan pembinaan bagi kelompok hingga penyediaan benih serta media tanam. Untuk 2026, kebutuhan benih telah disiapkan dan dialokasikan bagi kelompok P2L yang membutuhkan.

‘’Untuk P2B, bantuan yang diberikan langsung berupa barang dan bibit dari pusat,’’ ujar Niken.

Niken menambahkan, keberlanjutan P2L dan P2B menjadi perhatian serius. Meski saat ini didukung bantuan, pihaknya berharap kelompok masyarakat lebih mandiri atau tidak bergantung campur tangan pemerintah.

‘’Kalau semuanya mengandalkan bantuan pemerintah tentu tidak bisa kami mencukupi 100 persen. Harus ada keberlanjutan dari masing-masing kelompok,’’ pungkasnya.

(rams/ggi/madiuntoday)