Dari Lansia hingga Orang Tua Muda, Selantang dan SOTH Jadi Ruang Belajar Sepanjang Usia
Dari Lansia hingga Orang Tua Muda, Selantang dan SOTH Jadi Ruang Belajar Sepanjang Usia
MADIUN – Pemerintah daerah terus mendorong pembangunan keluarga melalui berbagai program pemberdayaan lintas usia. Dua di antaranya adalah Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) di Kota Madiun dan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) yang dikembangkan di Surabaya. Meski menyasar kelompok usia berbeda, keduanya memiliki tujuan yang sama yakni membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas.
Di Kota Madiun, Selantang hadir sebagai ruang belajar bagi warga lanjut usia. Program ini lahir seiring tingginya Umur Harapan Hidup (UHH) Kota Madiun yang pada 2025 mencapai 76,11 tahun dan terus menunjukkan tren meningkat. Pemerintah Kota Madiun menilai, lansia tetap perlu difasilitasi agar tetap aktif dan berdaya.
Subkoor Pemberdayaan dan Peningkatan Keluarga Sejahtera Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Kota Madiun, drg. Fitaria Andrini, menyebut Selantang dirancang layaknya sekolah dengan 12 kali pertemuan. Setiap angkatan dibatasi maksimal 30 peserta agar proses pembelajaran berjalan optimal.
“Sering kali lansia dianggap sudah tidak produktif. Padahal di Kota Madiun, justru lansia tetap kita perhatikan dan kita berdayakan,” ujar Fitaria, Jumat (301).
Materi Selantang disusun beragam dan aplikatif, mulai dari kesehatan, keagamaan, pengelolaan stres, keterampilan, budidaya, memasak, hingga wisata. “Prinsipnya, lansia itu harus happy. Kalau bahagia, stres bisa dikelola dan kesehatan ikut terjaga,” tambahnya.
Salah satu peserta tertua Selantang adalah Katiyem, 78 tahun, warga Kelurahan Manisrejo. Meski usianya paling senior, semangatnya mengikuti kegiatan tak kalah dengan peserta lain. “Saya senang ikut Selantang. Badan jadi sering gerak, pikiran juga lebih tenang, ketemu teman-teman,” tuturnya.
Hingga kini, Selantang telah berjalan di 24 kelurahan dan terus dikembangkan. Peserta yang telah menuntaskan 12 materi akan melanjutkan ke tingkat dua, sementara lansia lain akan difasilitasi pada angkatan berikutnya sesuai kuota.
Tak hanya itu, Pemkot Madiun juga mengembangkan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) sebagai pendidikan nonformal bagi orang tua. Program ini digagas bersama BKKBN dan PKK dengan tujuan meningkatkan kualitas pengasuhan anak sejak dini, sekaligus mencegah stunting.
Materi SOTH meliputi perencanaan hidup berkeluarga, peran orang tua termasuk ayah, manajemen emosi, komunikasi efektif dengan anak, hingga pemenuhan gizi dan kesehatan anak usia dini. Pesertanya berasal dari beragam latar usia.
Peserta termuda yang mengikuti program SOTH adalah Erwin Ernawati, 27 tahun, warga Jalan Kartika Manis 5. “Saya jadi lebih paham cara mengelola emosi dan mendidik anak dengan lebih sabar. Ilmunya kepakai langsung di rumah,” katanya.
Melalui Selantang dan SOTH, pemerintah daerah menegaskan bahwa proses belajar tak mengenal batas usia. Dari lansia hingga orang tua muda, semua difasilitasi agar mampu menjalani peran masing-masing secara sehat, produktif, dan bermartabat.
(Dsppkusmadiuntoday)