Jadi Wajah Kota Madiun, Alun-alun Dapat Sentuhan Pembangunan Hampir di Setiap Tahun



MADIUN – Sebagai wajah kota, Alun-alun cukup banyak mendapat perhatian Pemerintah Kota Madiun. Bahkan, nyaris selalu mendapat sentuhan pembangunan setiap tahun sejak 2020 silam. Mulai dari panggung pertunjukkan, perluasan paseban, areal parkir, pavingisasi tiga dimensi, dan lain sebagainya. Begitu juga untuk tahun ini, pembangunan rencananya masih akan menyentuh kawasan alun-alun.


‘’Rencana ada (tahun ini). Tapi masih proses untuk perencanaan,’’ kata Kabid Prasarana Utilitas Umum, Pertamanan, PJU, dan Pemakaman Disperkim Kota Madiun Andi Anto, Jumat (301).


Berbagai pembangunan sudah mengemuka pada 2020 lalu. Di tahun itu ada pembangunan panggung pertunjukkan. Panggung tidak berbentuk persegi seperti kebanyakan. Tetapi berbentuk persegi bulat dan berdiameter sekitar 30 meter. Titik panggung tepat berada di tengah. Pun, lurus dengan tiang bendera. Selain itu, di tahun itu juga ada perluasan paseban, perubahan gapura masuk dan penambahan logo pendekar, dan taman pintar serta penambahan sumur resapan. 


Sedang di 2021, terdapat perbaikan planter tanaman sisi utara, pedestrian dalam sisi utara, dan pemasangan paving depan pendopo. Bagian sisi utara memang butuh banyak perbaikan. Bagian trotoar sudah kotor. Bagian paving juga rusak. Di bagian pagar juga terdapat planter atau tempat tanaman. Bagian itu, juga dilakukan perbaikan. 


Tahun 2022 dan 2023 juga mendapatkan sejumlah sentuhan pembangunan. Pada 2022 terdapat pembangunan areal parkir di sisi tenggara. Lokasi Alun-alun sisi selatan pojok timur itu dipilih lantaran cukup representatif. Di titik itu sudah dilakukan pembongkaran pagar dan pavingisasi untuk parkir kendaraan. Pekerjaan serupa juga mengemuka di 2023. Yakni, pembangunan tempat parkir di sisi barat. Areal itu juga digunakan parkir kendaraan jamaah Masjid Baitul Hakim. 


Selain itu juga ada perbaikan paving di dalam Alun-alun. Khusus paving di dalam ini menggunakan paving tiga dimensi. Yakni, di bagian tengah yang menjadi jalan dari ujung timur ke barat dan juga di titik tengah menuju ke selatan. Di 2023 juga ada pembangunan miniatur Monas dengan memanfaatkan bagian tengah panggung pertunjukkan.


Terakhir, pembangunan ada di tahun 2025 lalu. Yakni, pengecatan pendopo dan pavingisasi halaman tengah. Menurut Andi, penataan kawasan Alun-Alun Kota Madiun memang dilakukan bertahap sesuai dengan alokasi dana yang ada. Pavingisasi dinilai perlu sebagai upaya peningkatan fungsi kawasan. (ws hendroagimadiuntoday)