16 Ribu Penumpang Diperkirakan Turun di Stasiun Madiun pada Puncak Mudik Lebaran 18 Maret Nanti



MADIUN – Mendekati masa mudik lebaran, berbagai persiapan terus dilakukan penyedia layanan transportasi. Seperti yang terlihat di Daerah Operasional (Daop) 7 Madiun. Persiapan lebih awal ini untuk menyambut para pemudik yang diperkirakan mulai berdatangan akhir pekan ini.

“Puncak arus mudik kita prediksi 18 Maret nanti. Perkiraan ada sebanyak 16 ribu orang yang akan turun di Stasiun Madiun,” kota Vice President Daop 7 Madiun Ali Afandi usai Apel Kesiapan Mudik dan Balik, Jumat (13/3). 

Sementara untuk puncak arus balik diprediksi pada 24 Maret mendatang. Ali menyebut perkiraan penumpang yang berangkat mencapai 18 ribu orang perharinya. Sedang total penumpang yang hilir mudik dalam masa mudik dan balik selama 22 hari diprediksi mencapai 229 ribu orang. Jumlah ini meningkat sebesar empat persen dari tahun lalu. Kendati begitu, Ali menyebut masih terdapat ketersediaan tiket baik untuk mudik maupun balik hingga saat ini.

“Kita menyiapkan 15 lokomotif yang dalam kondisi siap berangkat. Untuk kereta, kita juga ada tambahan dua kereta. Yakni, kereta Brantas lebaran yang berangkat dari Blitar dan satu kereta motis, motor gratis. Ini untuk angkutan motor sekaligus orangnya,” ujarnya.

Berbagai layanan pun disediakan. Seperti layanan customer service mobile. Petugas bakal proaktif keliling memberikan informasi kepada penumpang yang membutuhkan. Begitu juga dengan urusan parkir. Urusan keamanan, pihaknya bakal menyiagakan 355 personil internal dan juga kolaborasi dengan TNI-Polri. Personil tambahan juga akan disiapkan untuk tiga lokasi khusus karena dianggap jalur rawan. Yakni, Madiun-Babadan, Saradan-Wilangan, dan Rejotangan-Blitar. Di jalur ketiga tersebut terdapat jembatan yang cukup panjang. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak BBWS untuk pengawasan debit dan arus sungai.

“Kita juga menyiapkan sebanyak 90 personil ekstra untuk berjaga di 39 titik perlintasan sebidang yang belum terjaga. Petugas akan kita bagi selama tiga shif untuk berjaga selama 24 jam penuh. Termasuk juga petugas pemeriksa jalur yang biasanya hanya pada saat akan keberangkatan kereta, untuk saat ini kita operasikan 24 jam penuh,” pungkasnya.

(ws hendro/agi/madiuntoday)