Tak Sekadar Takjil, Warga Madiun Antusias Terima Bibit Tanaman dan Sayuran Segar



MADIUN – Berbagi takjil berupa makanan mungkin sudah biasa. Namun di kawasan Stadion Wilis, Kota Madiun, Jumat (13/3), warga yang melintas mendapati hal yang berbeda. Selain takjil untuk berbuka, mereka juga menerima bibit tanaman dan sayuran segar yang bisa dibawa pulang untuk dikonsumsi maupun ditanam di rumah.

Kegiatan berbagi yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun bersama komunitas Program Kampung Iklim (Proklim) ini menjadi cara unik memaknai Ramadan. Tidak hanya berbagi makanan, tetapi juga mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman produktif.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun, Totok Sugiarto mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap Ramadan sebagai sarana mempererat silaturahmi antara komunitas Proklim dan masyarakat.

“Ini kegiatan rutin setiap tahun di bulan Ramadan. Kita ingin berbagi dengan masyarakat, tidak hanya dalam bentuk makanan seperti nasi dan snack, tetapi juga bibit tanaman serta sayuran hasil program P2L,” ujarnya.

Sayuran yang dibagikan berasal dari program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang selama ini dikembangkan di berbagai lokasi Proklim di Kota Madiun. Program tersebut mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam tanaman pangan.

Berbagai sayur segar yang dibagikan di antaranya sawi, kangkung, bayam, terong. Selain itu, warga juga menerima bibit tanaman cabai agar bisa ditanam dan dirawat di rumah masing-masing.

Secara keseluruhan, sekitar 1.500 paket dibagikan kepada masyarakat yang melintas di sekitar Stadion Wilis. Antusiasme warga pun cukup tinggi karena pembagian takjil kali ini dinilai berbeda dari biasanya.

Sementara itu, Ketua Proklim Kota Madiun Hadi Suparno mengatakan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari P2L, Bank Sampah, penggiat dan kader lingkungan, hingga UMKM. 

Ia menambahkan, pembagian bibit tanaman juga sejalan dengan upaya mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman produktif seperti cabai, tomat, dan terong sehingga lingkungan menjadi lebih hijau dan bermanfaat..

“Lewat kegiatan ini masyarakat bisa melihat langsung hasil dari program P2L. Harapannya setelah menerima bibit, masyarakat ikut menanam sehingga pekarangan rumah bisa lebih produktif dan menambah vegetasi,” ujar Hadi.

Menariknya, sebagian makanan yang dibagikan juga berasal dari hasil donasi sampah yang dikumpulkan masyarakat. Sampah tersebut dikelola dan hasilnya digunakan untuk membeli makanan yang kemudian dibagikan kepada warga.

Kegiatan berbagi takjil ini diikuti perwakilan Proklim se-Kota Madiun. Selain menjadi sarana mempererat kebersamaan di bulan Ramadan, kegiatan ini juga menjadi cara sederhana mengenalkan pentingnya ketahanan pangan serta kepedulian terhadap lingkungan kepada masyarakat.

(Bip/rat/madiuntoday)