Hidupkan Permainan Tradisional, SMPN 9 Kota Madiun Juga Bangun Kebersamaan Siswa Lewat Beragam Permainan Lama



Hidupkan Permainan Tradisional, SMPN 9 Kota Madiun Juga Bangun Kebersamaan Siswa Lewat Beragam Permainan Lama


MADIUN – Suasana halaman SMP Negeri 9 Kota Madiun mendadak riuh penuh keceriaan pada Jumat (301). Bak kembali ke masa lampau, para siswa asyik memainkan beragam permainan tradisional seperti congklak, gasing, dan lompat tali. Itu mengemuka dalam kegiatan Gelar Karya Sinema 9. Kegiatan bertema berilmu, berbudaya, berdampak ini menjadi cara sekolah mengenalkan kembali warisan budaya sekaligus menumbuhkan kebersamaan dan karakter positif antarsiswa.


Gelak tawa dan sorak semangat terdengar bersahut-sahutan. Permainan yang dahulu akrab di lingkungan masyarakat itu kini dihidupkan kembali sebagai sarana belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna.


Kepala SMP Negeri 9 Madiun Ida Sulistyaningsih menjelaskan bahwa program Sinema 9 tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Tetapi juga pembentukan karakter melalui kegiatan kolaboratif lintas pembelajaran.


“Sinema 9 sudah berjalan setiap minggu. Melalui berbagai aktivitas, termasuk permainan tradisional, siswa juga menanamkan jiwa nasionalisme seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza,” ujarnya.


Selain bermain, siswa juga mengikuti gelar karya sesuai jenjang. Kelas 7 menyajikan jajanan tradisional, kelas 8 mengolah kompos ramah lingkungan, dan kelas 9 memperkenalkan teknologi tepat guna. Kegiatan tersebut melatih tanggung jawab sekaligus memperkuat kerja sama antarsiswa.


Sementara itu, siswa yang tidak bertugas di stan tetap aktif mengikuti berbagai permainan tradisional yang telah menjadi bagian dari program pembiasaan sekolah. Aktivitas ini menjadi penyeimbang antara pameran karya dan penguatan nilai kebersamaan.


Wicaksono, siswa kelas 8F, mengaku senang bisa bermain bersama teman-temannya. Menurutnya, permainan tradisional memberi pengalaman berbeda dibandingkan aktivitas lain yang lebih banyak melibatkan gawai.


“Permainan tradisional melatih kerja sama, sportivitas, disiplin, dan komunikasi. Kami juga jadi tidak terus bergantung pada gadget karena lebih banyak bergerak dan berinteraksi langsung,” ungkapnya.


Melalui kegiatan ini, permainan tradisional tidak hanya dihadirkan sebagai nostalgia, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kebersamaan serta pembentukan karakter generasi muda. (bipimagimadiuntoday)