Pemkot Madiun Mulai Jajaki Pengembangan Wisata Religi Terintegrasi
Pemkot Madiun Mulai Jajaki Pengembangan Wisata Religi Terintegrasi
MADIUN - Pengembangan wisata religi terintegrasi perlahan dieksekusi Pemkot Madiun. Khususnya wisata Masjid Kuno Kuncen dan Masjid Kuno Taman. Jumat (62), Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun meninjau kesiapan sarana dan prasarana wisata di kawasan bersejarah itu.
‘’Hasil kajian, selama ini banyak pengunjung wisata religi. Target banyak di PRC (Pahlawan Religi Center). Melihat peluang itu pengunjung coba kita ajak keliling masjid dan makam kuno,’’ kata Bagus.
Berdasarkan hasil peninjauan, Bagus menyebut kawasan Masjid Kuno Kuncen dan Masjid Kuno Taman masih butuh penyempurnaan. Di antaranya penataan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kantong parkir. Rencananya, penyempurnaan bakal segera digarap dan wisata mulai diujicobakan sepekan ke depan.
‘’Sebelum puasa (Ramadan) kita trial atau uji coba dulu sekaligus melihat apa yang perlu disempurnakan,’’ ujarnya.
Kelak, sambung Bagus, konsep wisata religi terintegrasi tersebut akan menggabungkan edukasi sejarah dan ziarah. Ini mengingat kedua masjid kental dengan nilai sejarah. Selain menjadi saksi sejarah penyebaran Islam, kedua masjid juga ini punya kompleks makam kuno. Terutama makam Pangeran Timur (Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno), Bupati Madiun pertama di Masjid Kuno Kuncen.
Melihat nilai sejarah tersebut, Bagus menyebut wisata religi terintegrasi Masjid Kuno Kuncen dan Masjid Kuno Taman bakal menjadi daya tarik Kota Madiun. Pun, keberadaan wisata mampu memberdayakan dan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.
‘’Kita kenalkan sejarah Madiun dengan mengunjungi masjid dan makam kuno. Target meningkatkan perekonomian wilayah,’’ jelasnya.
(dspp/rams/ggi/madiuntoday)