Sebelum Terima Bantuan, Ratusan Tukang Becak Dapat Pelatihan untuk Keselamatan



Sebelum Terima Bantuan, Ratusan Tukang Becak Dapat Pelatihan untuk Keselamatan


MADIUN – Ratusan penarik becak di Kota Madiun tampaknya bakal tersenyum lebar. Pasalnya, Pemerintah Kota Madiun bekerja sama dengan Yayasan Gerakan Solidaritas Nusantara (GSN) tengah mempersiapkan bantuan becak listrik. Rencana bantuan tersebut pun terus dimatangkan. Terbaru, calon penerima bantuan diberikan pelatihan pengoperasian becak listrik tersebut. Pelatihan berlangsung di kantor Dinas Perhubungan Kota Madiun, Kamis (5/2). Pelatihan tersebut penting untuk keselamatan tukang becak penerima bantuan. 


Setidaknya, ada sebanyak 200 tukang becak mengikuti pelatihan tersebut. Pelatihan sebagai bekal wajib sebelum menggunakan becak listrik di jalan raya nantinya.


Pelatihan ini tidak hanya mengenalkan teknologi becak listrik. Tetapi juga cara pengoperasiannya. Mulai dari menyalakan mesin, mengisi daya baterai, hingga mengenali fungsi rem, gas, dan lampu sein. Tak hanya teori, kegiatan juga dilengkapi dengan praktik langsung.


Hadirnya bantuan tersebut disambut bahagia penarik becak. Seperti yang diungkapkan Gendut Subagiyo, tukang becak berusia 86 asal Kelurahan Josenan. Bantuan itu dirasa sangat berarti. Dengan kondisi fisik yang tak lagi prima, becak listrik dinilai mampu meringankan beban kerjanya sehari-hari.


“Sangat bersyukur. Kalau masih pakai tenaga penuh, memang sudah berat,” ujarnya.


Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Madiun melalui Kepala Bidang Angkutan Darat Gandung Triyanto mengatakan pelatihan menjadi tahapan penting sebelum becak listrik diserahkan secara resmi. Seremonial penyerahan dijadwalkan, Minggu (8/2) nanti di Pahlawan Business Centre (PBC).


Gandung berharap pelatihan dapat memberikan pemahaman menyeluruh kepada tukang becak. Hal itu penting untuk keselamatan penarik becak maupun pengguna jalan lainnya.


“Kami ingin memastikan para tukang becak benar-benar paham dan aman saat mengoperasikan becak listrik di jalan,” jelasnya.


Senada dengan itu, Koordinator Yayasan GSN Jawa Timur Dimas Ramdhana Prasetya menyebut pelatihan bukan sekadar formalitas. Melainkan bagian dari tanggung jawab yayasan terhadap keselamatan penarik becak.


‘’Becak listrik ini membantu, tapi tanpa pemahaman yang benar justru bisa berisiko. Karena itu, pelatihan menjadi keharusan,” tegas Dimas.


Dimas menambahkan penyaluran 200 becak listrik di Kota Madiun merupakan tahap awal yang disalurkan dari Yayasan GSN dalam program Prabowo Subianto. Menariknya bantuan ini diberikan gratis tanpa dipungut biaya. Harapannya, tukang becak dapat bekerja lebih aman, ringan, dan tetap produktif di tengah usia yang tak lagi muda. (dspp/im/agi/madiuntoday)