UKM Kota Madiun Tembus Pasar Global, Galeri D.39 Tampil di Spring Fair Birmingham



UKM Kota Madiun Tembus Pasar Global, Galeri D.39 Tampil di Spring Fair Birmingham


MADIUN - Karya tangan pelaku usaha dari Kota Madiun kini melangkah lebih jauh, menembus etalase pasar global. Galeri D.39, UKM asal Kota Madiun, tampil di ajang bergengsi Spring Fair Birmingham 2026 yang digelar di Inggris pada 1–4 Februari. Pameran ini menjadi titik temu pelaku industri fashion dan kriya dari berbagai negara.


Keikutsertaan Galeri D.39 di Spring Fair Birmingham menjadi capaian istimewa. Dari ratusan pelaku usaha di seluruh Indonesia, hanya lima UKM yang lolos kurasi nasional dan berkesempatan tampil di pameran internasional tersebut. Program ini difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan RI dengan dukungan berbagai sponsor.


Pemilik Galeri D.39, Heny Moerdaningsih, menyebut keikutsertaan ini berawal dari proses kurasi digital. Dirinya yang terdaftar dalam UKM binaan Pertamina diminta mengisi formulir pendaftaran melalui grup binaan, sebelum akhirnya dihubungi langsung untuk mengirimkan produk ke Jakarta.


“Penilaian dilakukan dari produk dan juga media sosial. Dari situ dilihat potensinya untuk naik ke tingkat pameran nasional. Tidak menyangka, ternyata produk saya dipamerkan sampai Birmingham, Inggris,” ujar Heny.


Dalam pameran tersebut, Galeri D.39 membawa produk fashion dan kriya berupa baju, tote bag bordir lukis, serta tas. Karena keterbatasan bagasi, produk yang dibawa ke lokasi pameran hanya berupa sampel.


Meski demikian, seluruh koleksi tetap dapat diakses secara lengkap oleh calon pembeli. Galeri D.39 menyiapkan katalog produk digital yang terhubung melalui barcode, sehingga buyer internasional dapat langsung melihat detail produk secara online.


“Yang dipamerkan fisik hanya sebagai display. Untuk produk lain, buyer tinggal scan barcode dan langsung melihat katalog lengkap,” jelasnya.


Sebelum tampil di ajang internasional, Galeri D.39 lebih dulu mengikuti sejumlah pameran nasional, di tahun 2025, dirinya mengikuti Kriya Nusa dan pameran di Grand City Surabaya. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting sebelum melangkah ke pasar global.


Menurut Heny, tantangan terbesar UKM saat ini adalah kemampuan beradaptasi dengan digitalisasi. Hampir seluruh proses pembinaan BUMN maupun kementerian kini berbasis sistem digital, mulai dari pendaftaran hingga kurasi.


“Kalau UKM ingin maju, mau ikut binaan BUMN atau kementerian, mau tidak mau harus melek digital. Mulai dari media sosial, foto produk, sampai sekarang AI juga penting,” ungkapnya.


Ia berharap keikutsertaan Galeri D.39 di Spring Fair Birmingham dapat membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus memotivasi UKM lain di Kota Madiun. “Jangan hanya berhenti di kota sendiri. Kota Madiun sudah maju, tapi UKM jangan terlena. Harus berani keluar dan berkembang,” pesannya.


Galeri D.39 merupakan usaha kriya dan fashion milik Heny Moerdaningsih, yang beralamat di Jalan Dwi Jaya III Nomor 9, Kota Madiun. Melalui langkah ini, UKM Kota Madiun kembali membuktikan bahwa karya lokal mampu bersaing dan mendapat tempat di panggung dunia.

(Dspp/kus/madiuntoday)