Dari Semak Belukar, Ngrowo Bening Jadi Jujukan Lokasi Edukasi hingga Perkemahan
Dari Semak Belukar, Ngrowo Bening Jadi Jujukan Lokasi Edukasi hingga Perkemahan
MADIUN – Pembangunan kawasan Ngrowo Bening terbukti tepat. Kawasan yang dulunya semak belukar itu telah berubah menjadi sarana edukasi jempolan di Kota Pendekar. Sejak pembangunan pada 2020 silam, Ngrowo Bening Edupark sudah menjadi venue berbagai kegiatan hingga sekarang. Terbaru ada kegiatan Kemah Ceria Pandu Athfal yang diikuti ratusan siswa Kelompok Bermain (KB) dan TK Aisyiyah se-Kota Madiun, Selasa (32).
Mengenakan balutan hasduk Hizbul Wathan (HW), anak-anak mengikuti berbagai permainan edukatif di alam terbuka aset Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun itu. Kawasan tersebut memang pas untuk pembelajaran ruang kelas. Terbukti, peserta tampak antusias. Tercatat, sebanyak 606 anak tumpah ruah di ruang terbuka hijau tersebut. Didampingi 102 guru bersama orang tua, mereka diajak mengenal kemandirian lewat cara yang paling mereka sukai yaitu bermain.
Ketua Pimpinan Daerah Ikatan Guru Aisyiyah, Wahyu Dian Sukowati, menyebut kepanduan anak usia dini mengusung prinsip Mandiri Tanpa Dipaksa, Disiplin Tanpa Disuruh, berbeda dari pramuka pada umumnya, dengan fokus pembentukan karakter melalui metode yang menyenangkan.
“Kemah ini kami fokus pada pembentukan karakter melalui permainan kelompok yang bertujuan menumbuhkan kemandirian, keberanian, dan semangat kebersamaan sejak dini,” ujarnya.
Berbagai pos kegiatan disiapkan. Mulai dari mengenal bahan jamu tradisional, menanam pohon, hingga simulasi penanganan luka ringan bersama tim PMI Kota Madiun, sehingga anak-anak belajar sambil bermain. Selain itu, keberanian dan kerja sama tim diasah lewat permainan seperti estafet bola dan memindahkan botol dengan tali rafia, yang menumbuhkan nilai karakter dan kepedulian secara alami.
“Lewat permainan ini, mereka belajar antre dan sabar menunggu giliran. Tanpa sadar, rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap teman tumbuh dengan sendirinya,” jelas Wahyu.
Kegiatan ini juga melibatkan orang tua melalui aksi donor darah di lokasi, sebagai bentuk sinergi positif antara sekolah dan keluarga.
Salah satu wali murid ABA 1, Dody, mendukung kegiatan luar ruang karena dinilai memberi pengalaman langsung yang lebih membekas bagi anaknya, Syafirah.
“Sangat baik untuk melatih kemandirian dan kebersamaan sejak dini. Saya berharap kegiatan seperti ini terus konsisten karena nilai-nilai positif memang perlu ditanamkan sejak kecil,” kata Dody.
Melalui tawa riang dan langkah-langkah kecil di Ngrowo Bening, benih generasi tangguh Kota Pendekar mulai disemai. Bukan sekadar bermain, tetapi juga membangun fondasi karakter yang kuat untuk masa depan. (bipimagimadiuntoday)