Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Kota Madiun Perkuat Tim Siaga
Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Kota Madiun Perkuat Tim Siaga
MADIUN – Memasuki hari kelima sejak peringatan dini BMKG Juanda, Kota Madiun masih berada dalam ancaman cuaca ekstrem dan ditetapkan sebagai wilayah zona merah. Kondisi ini terjadi karena potensi hujan lebat disertai angin kencang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Maka dari itu, BPBD Kota Madiun memberlakukan siaga penuh dengan kesiapsiagaan personel selama 24 jam guna mengantisipasi bencana hidrometeorologi.
Menindaklanjuti situasi tersebut, kesiapsiagaan langsung diterapkan di lapangan. Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun, Heter Hidayati, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi wilayah sekaligus mempercepat respons jika terjadi keadaan darurat.
“Kami menyiagakan empat regu Tim Reaksi Cepat (TRC) yang siap siaga 24 jam. Tidak hanya itu, selain menunggu laporan dari masyarakat, tim juga aktif melakukan patroli lingkungan untuk memantau langsung titik-titik rawan,” ujar Heter saat dikonfirmasi, Kamis (5/2).
Di samping menyiagakan personel, BPBD juga telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak. Sebagai contoh, titik rawan genangan air berada di Jalan Sawo dan kawasan Punthuk. Sementara itu, daerah yang berisiko mengalami luapan sungai meliputi Kelurahan Kelun, Tawangrejo, dan Pilangbango.
Sejalan dengan kondisi cuaca yang belum menentu, masyarakat diimbau untuk tidak lengah serta mulai melakukan langkah pencegahan secara mandiri di lingkungan masing-masing.
“Kami mengimbau warga untuk mengecek kondisi rumah. Apabila ada pohon di sekitar rumah yang berpotensi tumbang saat angin kencang, sebaiknya segera dilakukan perapian atau penebangan dini,” pesannya.
Hingga saat ini, status kebencanaan di Kota Madiun masih merujuk pada Surat Keputusan Siaga Darurat Hidrometeorologi yang berlaku hingga Maret 2026, sesuai instruksi BPBD Provinsi Jawa Timur dan BNPB Pusat.
(bip/im/kus/madiuntoday)