Penanganan Ulat Bulu di SDN 1 Patihan, BPBD Kota Madiun Sigap Lakukan Pembasmian



Penanganan Ulat Bulu di SDN 1 Patihan, BPBD Kota Madiun Sigap Lakukan Pembasmian


MADIUN – Keberadaan ulat bulu memang cukup menganggu. Apalagi, jika jumlahnya ribuan dan di kawasan sekolah. Hal itu seperti yang terjadi di SDN 1 Patihan, Jumat (6/2). Kondisi itu langsung direspon cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun begitu mendapati laporan. Pembasmian ulat pun dilakukan agar tak menganggu kenyamanan siswa khususnya saat beraktivitas di luar ruangan.


Penanganan terfokus pada sembilan pohon mangga di halaman sekolah yang menjadi titik utama penyebaran ulat bulu. Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Madiun Moch. Subchan menjelaskan bahwa cuaca hujan mendukung percepatan perkembangbiakan ulat bulu. Selain itu, faktor angin pun memicu rontoknya bulu ulat yang dapat menyebabkan siswa mengalami gatal-gatal.


‘’Apabila bulunya rontok dan mengenai kulit, hal itu bisa menimbulkan rasa gatal sehingga memerlukan penanganan medis maupun pembersihan lokasi,’’ ujar Subchan.


Dalam proses penanganan, petugas BPBD menggunakan peralatan lengkap. Termasuk cairan pembasmi dan baju pelindung (APD). Kegiatan penyemprotan baru dilaksanakan setelah para siswa dipulangkan lebih awal untuk menjamin keamanan. Secara teknis, proses ini memerlukan waktu singkat hingga ulat benar-benar terbasmi.


"Hanya memerlukan waktu sekitar satu jam sampai ulat bulu tersebut mati dan jatuh ke tanah," tambahnya.


Sementara itu, guru kelas 6 SDN 1 Patihan Sumilan Widodo menyatakan bahwa keberadaan hama ini telah mengganggu proses pembelajaran selama empat hari terakhir. Seiring waktu, dampak gatal-gatal mulai dirasakan oleh banyak siswa di berbagai kelas secara bertahap.


"Hari ini puncaknya, di mana hampir seluruh siswa mengeluhkan gatal-gatal," jelasnya.


Gangguan tersebut mulai dirasakan saat siswa melaksanakan kegiatan kerja bakti rutin pada Jumat pagi. Akibat banyaknya siswa yang terkena ulat bulu. ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) pun dipenuhi siswa yang membutuhkan penanganan.


"Satu per satu siswa menuju UKS untuk meminta bedak gatal guna meredakan rasa gatal," tuturnya.


Dampak itu seperti yang dirasakan Arjuna, siswa kelas 6A. Dia mengatakan bahwa badannya terasa gatal disertai panas pada seluruh tubuhnya.


"Mulai dari wajah sampai kaki terasa gatal dan panas. Hampir seluruh teman sekelas juga merasakan hal yang sama," ungkapnya. (bip/im/agi/madiuntoday)