Dua Siswi MTsN Kota Madiun Raih Bronze Award Ajang Internasional Lewat Riset Sambal Pecel



MADIUN - Dua siswi MTsN Kota Madiun, Calya Cinta R. R. dan Filza Afnan M. (kelas 8A–BLC), berhasil meraih Bronze Award dalam ajang Korea Science & Engineering Fair International (KSEF) 2026 tingkat internasional.

Penghargaan tersebut diraih berkat riset berjudul Pengaruh Penambahan Ekstrak Kunyit (Curcuma longa L.) sebagai Pengawet Alami pada Sambal Pecel terhadap Kualitas Fisik dan Mikrobiologi. Penelitian itu mengkaji potensi kunyit sebagai bahan pengawet alami untuk memperpanjang daya simpan sambal pecel tanpa bahan kimia tambahan.

Informasi mengenai lomba tersebut awalnya diperoleh dari guru dan kakak kelas yang sebelumnya pernah mengikuti ajang serupa. Keduanya kemudian memutuskan untuk mengikuti kompetisi dan langsung lolos pada tahap awal seleksi.

Proses kompetisi diawali dengan penyusunan laporan penelitian dalam bentuk jurnal ilmiah. Jurnal tersebut dikirimkan untuk diseleksi oleh panitia. Peserta yang lolos kemudian mengikuti tahap presentasi dan wawancara secara daring melalui Zoom.

“Setelah jurnal kami lolos, kami diminta presentasi sekaligus menjawab pertanyaan dari dewan juri,” ujar Filza saat dihubungi, Senin (23/2).

Dalam presentasinya, Calya dan Filza menampilkan sampel sambal pecel dengan berbagai konsentrasi ekstrak kunyit. Mereka menunjukkan perubahan warna serta hasil uji mikrobiologi untuk membuktikan efektivitas kunyit dalam menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kunyit dengan konsentrasi 5 persen menjadi komposisi paling optimal. Sampel tersebut memiliki perubahan warna yang stabil dan jumlah koloni mikroba paling sedikit dibandingkan sampel tanpa kunyit.

Melalui riset ini, keduanya menargetkan terciptanya sambal pecel yang mampu bertahan hingga tujuh bulan dengan bahan pengawet alami.

“Harapan kami, sambal pecel bisa lebih tahan lama tanpa menggunakan pengawet buatan,” imbuh Calya.

Ajang KSEF 2026 diumumkan pada Desember lalu, sementara tahap final dan presentasi dilaksanakan pada Januari secara daring. Kompetisi ini diikuti ratusan pelajar tingkat SMP sederajat, termasuk dari Indonesia.

Atas prestasinya, Calya dan Filza menerima medali perunggu, sertifikat penghargaan, serta uang pembinaan.

Ke depan, keduanya berencana mengembangkan penelitian lanjutan untuk penyempurnaan formulasi dan riset baru yang lebih mendalam. Prestasi ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi MTsN Kota Madiun di kancah internasional.

(ws hendro/kus/madiuntoday)