Sentuhan Emosional Ayah Berdampak Besar pada Tumbuh Kembang Anak, Begini Penjelasannya



MADIUN - Selama ini, ayah kerap dipandang hanya sebagai pencari nafkah dalam keluarga. Kehadirannya lebih sering diukur dari tanggung jawab ekonomi, sementara keterlibatan emosionalnya dalam kehidupan anak kurang mendapat perhatian. Padahal, hubungan emosional antara ayah dan anak berpengaruh besar terhadap perkembangan mental, sosial, dan akademik. 

Kedekatan emosional ayah terbangun melalui perhatian, komunikasi, dan keterlibatan dalam keseharian anak. Bukan soal seberapa lama waktu yang dihabiskan bersama, melainkan seberapa bermakna interaksi yang tercipta. Anak yang merasa dekat dengan ayahnya akan tumbuh dengan rasa aman dan percaya diri. 

Bentuk kedekatan ini bisa sesederhana mendengarkan cerita anak tanpa menghakimi, merespons perasaannya dengan empati, atau hadir saat anak membutuhkan dukungan. Kehadiran emosional ayah sama pentingnya dengan peran ibu dalam membangun keseimbangan pengasuhan. 

Contoh nyata terlihat ketika ayah meluangkan waktu mendengar cerita sepulang sekolah atau menemani anak belajar. Perhatian sederhana tersebut membuat anak merasa dihargai dan lebih berani mengekspresikan diri. 

Dalam konteks pendidikan, anak yang memiliki hubungan emosional yang baik dengan ayah cenderung lebih percaya diri dan tidak mudah menyerah. Dukungan ayah menjadi sumber motivasi yang mendorong anak berani mencoba hal baru. 

Kedekatan ini juga membantu anak belajar mengelola emosi dengan lebih sehat. Figur ayah yang responsif dan suportif memberi contoh bagaimana menghadapi masalah tanpa meluapkan emosi secara berlebihan. 

Sebaliknya, kurangnya kedekatan emosional dapat membuat anak merasa diabaikan. Anak bisa mencari perhatian di luar rumah atau menunjukkan perilaku tertentu sebagai bentuk ekspresi emosi yang tidak tersalurkan. 

Pada akhirnya, kehadiran emosional ayah bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi penting dalam membentuk karakter anak. Peran yang sering kali terasa sunyi ini justru menjadi kekuatan besar dalam menyiapkan anak menghadapi masa depan.

(dspp/kus/madiuntoday)