Usai Tiga Kecamatan, Plt Wali Kota Madiun Bidik Kelurahan Jadi Pusat Seni dan Ekonomi Tahun Depan
MADIUN – Rangkaian Pagelaran Seni dan Budaya tingkat kecamatan di Kota Madiun resmi berakhir. Kecamatan Manguharjo menjadi penutup melalui pagelaran Dhamparing Kamulyan Manguharjo yang digelar di depan Kantor Kecamatan Manguharjo, Sabtu (4/7) malam.
Kegiatan tersebut disambut antusias masyarakat. Sejak sore, ribuan warga memadati kawasan depan kantor kecamatan hingga sepanjang Jalan Gajah Mada untuk menikmati beragam pertunjukan seni dan budaya yang disajikan.
Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menilai kegiatan serupa perlu diperluas hingga tingkat kelurahan pada tahun depan. Menurutnya, keberhasilan pagelaran budaya di tingkat kecamatan tahun ini dapat menjadi model pelaksanaan kegiatan di tingkat kelurahan.
"Dalam satu tahun minimal ada delapan kegiatan. Tujuannya tentu saja untuk mendongkrak perekonomian di wilayah kelurahan masing-masing," ujarnya.
Selain menyuguhkan hiburan berupa campursari, tari tradisional, hingga drama kolosal, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Melalui pelaksanaan Car Free Night (CFN) di sepanjang Jalan Gajah Mada, sebanyak 100 pelaku UMKM turut meramaikan acara dan mendapat ruang untuk memasarkan produknya.
Tak hanya itu, berbagai layanan publik juga dihadirkan di lokasi kegiatan. Masyarakat dapat mengurus administrasi kependudukan seperti KTP dan KK, memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, membayar PBB, hingga mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB).
Plt Wali Kota berharap konsep yang memadukan seni budaya, pemberdayaan UMKM, dan pelayanan publik tersebut dapat terus dikembangkan hingga tingkat kelurahan.
"Kami berharap melalui acara seperti ini, seni dan budaya tidak cuma jadi tontonan hiburan atau sekadar melestarikan tradisi. Lebih dari itu, acara-acara lokal ini harus bisa menjadi penggerak ekonomi yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat bawah," pungkasnya. (dspp/im/madiuntoday)