Bukan Kanvas Biasa, Pelajar Madiun Lukis Ikon Kota Madiun di Media Anyaman



MADIUN – Kreativitas pelajar mewarnai Balai Kota Madiun melalui Craft Painting, lomba melukis di atas media anyaman tradisional. Sebanyak 38 pelajar dari jenjang SD/MI dan SMP/MTs sederajat mengikuti kegiatan ini dengan menuangkan kreativitas pada topi caping, tampah, kipas tangan, dan tas berbahan rotan. Seluruh karya mengangkat tema identitas Kota Madiun.


Beragam ikon kota pendekar, mulai dari Pendekar, pecel, hingga berbagai landmark Kota Madiun, dituangkan di atas media anyaman tersebut. Selain mengasah kemampuan melukis, peserta juga ditantang beradaptasi dengan tekstur media yang berbeda dari kertas maupun kanvas.


Menurut Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun, para peserta telah mampu menerjemahkan tema yang diangkat ke dalam karya seni. Meski proses penilaian masih berlangsung, sejumlah karya dinilai sudah menunjukkan kualitas yang baik.


"Secara dasar identitas Kota Madiun sudah terlihat. Tinggal menunggu hasil akhirnya, tetapi beberapa karya sudah kelihatan bagus," ujarnya.


Dengan kegiatan tersebut, menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Madiun untuk membangun sumber daya manusia yang kreatif sejak usia dini. Karena itu, ruang bagi anak-anak untuk menampilkan karya akan terus diperluas, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di ruang-ruang publik hingga tingkat kelurahan.


"Kami ingin membangkitkan SDM sejak tingkat SD. Selain akademik, kreativitas juga harus terus dikembangkan. Ke depan ruang-ruang untuk berkarya akan kami perbanyak," tambahnya.


Sementara itu, salah satu peserta, Selly Setyanina Valen Az-Zahra dari MTsN Kota Madiun, memilih mengangkat tema Pendekar Pecel karena dinilai mewakili identitas Kota Madiun.


"Pendekar itu ikon Madiun, sedangkan pecel adalah makanan khas Madiun. Jadi saya gabungkan dalam karya ini," ujarnya.


Selly mengaku tantangan terbesar bukan pada proses menggambar, melainkan melukis di atas media anyaman yang permukaannya tidak rata. Meski demikian, pengalaman tersebut menjadi tantangan baru yang membuatnya semakin tertarik mengikuti kegiatan serupa di masa mendatang.


Tak hanya Craft Painting untuk pelajar, rangkaian kegiatan juga dimeriahkan penampilan berbagai seniman Kota Madiun. Mereka menampilkan proses membatik secara langsung menggunakan teknik tulis dan cap, sade batik, memahat patung, serta membuat wayang berbahan kulit sapi. Beragam kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelajar maupun masyarakat untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenal dan melestarikan seni budaya lokal sebagai bagian dari identitas Kota Madiun.

(rams/im/madiuntoday)