Rumah Bertanda Stiker, Bukti Warga Gang Bulu I Nambangan Lor Mulai Pilah Sampah dari Rumah



MADIUN – Satu per satu rumah di RT 59 RW 14, Gang Bulu I Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, mulai memiliki tanda khusus di bagian depan. Bukan sekadar hiasan, stiker bertuliskan Peduli Lingkungan Beraksi Cegah, Pilah, Olah Sampah dari Rumah itu menjadi bukti bahwa penghuninya telah berkomitmen mengurangi sampah sejak dari sumbernya.


Gerakan tersebut lahir dari kebiasaan yang telah dibangun warga selama beberapa tahun terakhir. Sampah tidak lagi langsung dibuang, melainkan dipilah sesuai jenisnya. Sampah organik diolah dengan berbagai metode, seperti komposter ember tumpuk, galon tumpuk, lubang sampah organik (LSO), hingga diolah menjadi eco enzyme. Sementara sampah anorganik disalurkan melalui bank sampah maupun dimanfaatkan menjadi ecobrick.


Penggiat lingkungan Program Kampung Iklim (Proklim) Titik Rusmiati, mengatakan budaya memilah sampah di lingkungannya mulai diterapkan sejak 2019. Menurutnya, warga tidak hanya diajak memilah, tetapi juga membiasakan diri mencegah timbulnya sampah.


“Prinsip yang kami terapkan adalah cegah, pilah, lalu olah. Alhamdulillah hasilnya sangat signifikan, terutama sampah organik dari rumah tangga sudah jauh berkurang,” ujarnya.


Upaya tersebut berdampak nyata. Sampah organik diolah menjadi pupuk cair dan pupuk padat untuk mendukung Pekarangan Pangan Lestari (P2L), sedangkan sampah yang dikirim ke tempat pembuangan kini tinggal residu yang tidak bisa dimanfaatkan lagi.


“Sekarang sampah yang dibawa ke TPS maupun TPA tinggal residunya saja. Sampah organik sudah selesai diolah dari rumah, sedangkan anorganik sebagian besar masuk ke bank sampah atau dimanfaatkan kembali,” katanya.


Komitmen warga semakin diperkuat melalui deklarasi saat peringatan Hari Lingkungan Hidup. Rumah yang konsisten menerapkan pemilahan sampah kemudian dipasangi stiker sebagai bentuk apresiasi sekaligus penyemangat agar semakin banyak warga mengikuti langkah serupa. Edukasi juga diberikan kepada sekitar 15 anak dan karang taruna melalui praktik memilah sampah hingga kegiatan Terampil Mengompos Mini (Tamini).


“Bagi warga yang sudah melakukan pemilahan sampah dari rumah berhak ditempeli stiker. Harapannya semakin banyak masyarakat yang sadar memilah sampah sehingga dapat mendukung target Kota Madiun menuju Zero Waste 2027,” pungkasnya.

(Bip/kus/madiuntoday)