MADIUN – Persiapan ibadah haji tak hanya berkaitan dengan administrasi dan perlengkapan. Kondisi fisik juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan calon jemaah. Untuk itu, Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (Dinkes PPKB) Kota Madiun menggelar pengukuran kebugaran jasmani bagi calon jemaah haji tahun 2027 di Asrama Haji, Jumat (30/10).
Kegiatan tersebut diikuti calon jemaah haji yang telah terdata. Tercatat sebanyak 182 orang menjadi peserta awal. Jumlah itu bertambah lima orang sehingga total sementara mencapai 187 calon jemaah haji.
Pengukuran dilakukan menggunakan metode Rockport yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Metode ini dipilih karena relatif mudah dan murah untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani melalui aktivitas berjalan kaki.
Kepala Subkoordinator Pengelolaan Kesehatan Lingkungan Kerja dan Olahraga Dinkes PPKB Kota Madiun, Retno Dwi Wahyuni, menjelaskan pengukuran kebugaran menjadi bagian penting dalam mempersiapkan calon jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci. Sebab, sebagian besar rangkaian ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik dan stamina.
“Kebugaran jasmani itu modal utama untuk menjalankan rangkaian ibadah haji. Ibadah haji tergolong ibadah fisik, sehingga kondisi tubuh memang harus dipersiapkan sejak sekarang,” ujarnya.
Sebelum menjalani tes, peserta mengikuti senam pemanasan. Selanjutnya, mereka dibagi menjadi tujuh kelompok berdasarkan usia dan kondisi kesehatan. Pembagian ini dilakukan agar pengukuran sesuai dengan kemampuan fisik masing-masing peserta.
Bagi calon jemaah haji lanjut usia (lansia) dan kelompok berisiko tinggi, pengukuran dilakukan melalui tes jalan selama enam menit. Sementara itu, peserta dengan kondisi kesehatan baik mengikuti tes Rockport dengan berjalan sejauh 1,6 kilometer atau empat putaran lintasan sepanjang 400 meter.
Petugas kemudian mencatat waktu tempuh setiap peserta untuk diolah melalui aplikasi kebugaran. Hasil pengukuran tidak hanya ditentukan oleh kecepatan berjalan, tetapi juga mempertimbangkan usia dan jenis kelamin. Dengan begitu, tingkat kebugaran dapat diketahui berdasarkan kategori masing-masing peserta.
Hasil pengukuran nantinya menjadi acuan untuk menentukan langkah peningkatan kebugaran. Calon jemaah yang sudah memiliki tingkat kebugaran baik diharapkan dapat mempertahankannya. Sementara itu, mereka yang masih kurang bugar akan mendapatkan rekomendasi latihan fisik.
“Yang hasil kebugarannya sudah bagus harus dipertahankan. Sedangkan yang masih kurang bisa ditingkatkan dengan latihan fisik, salah satunya rutin berjalan kaki. Sebab, selama di Tanah Suci nanti jemaah akan banyak melakukan aktivitas berjalan kaki, baik menuju Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi,” terang Retno.
Upaya pengukuran juga tetap terbuka bagi calon jemaah yang belum dapat mengikuti kegiatan secara langsung. Mereka dapat melakukan tes secara mandiri melalui aplikasi SIPGAR (Sistem Informasi Kebugaran) milik Kemenkes. Hasilnya kemudian dapat disampaikan kepada petugas Dinkes atau melalui puskesmas masing-masing.
Dengan waktu persiapan menuju keberangkatan yang masih cukup panjang, calon jemaah diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kondisi fisik. Melalui pengukuran ini, Dinkes PPKB Kota Madiun mendorong calon jemaah lebih dini menjaga kebugaran agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar.
(dspp/kus/madiuntoday)