Lawatan Dua Negara



Ruang Satu 



Dalam pekan ini ada banyak hal besar terjadi untuk kota kita. Bisa dibilang ini pekan yang luar biasa. Pertama, pada Kamis (14/9) yang lalu saya mendapatkan penghargaan di Jakarta. Kali ini penghargaan tentang kepala daerah peduli sensor film. Penghargaan ini disiarkan langsung di Indosiar. Dari seluruh tanah air, hanya saya kepala daerah yang mendapat penghargaan itu. Penghargaan ini tak terlepas dari terpilihnya kota kita menjadi pilot project Lembaga Sensor Film (LSF) untuk program Desa Sensor Mandiri (DSM) terkait perfilman. Hal itu, tak terlepas dari kemajuan Kota Madiun dalam bidang komunikasi dan informasi belakangan ini. 

Kota kita merupakan kota pertama yang diminta kerja sama dengan LSF terkait program DSM tersebut. Ya, tentu saja saya menyambutnya dengan baik. Prinsipnya, kota kita selalu siap untuk menjadi pilot project program apapun. Kalau ada yang kurang, akan saya penuhi. Seperti saat menjadi pilot project DSM tersebut. Tim LSF sudah beberapa kali menggelar audiensi dengan tim kita sebelumnya untuk melaksanakan program itu. Program DSM itu dirasa penting karena semakin menjamurnya film-film yang diakses masyarakat. 

Kemajuan teknologi menjadikan masyarakat semakin mudah dalam mengakes film. Sayangnya, belum semua film tersebut sudah melewati sensor LSF. Berbagai kekhawatiran muncul dari dampak negatif film. Apalagi, jika film belum sesuai dengan usia penontonya. Karenanya, LSF mengembangkan konsep baru dengan menggandeng masyarakat itu sendiri untuk melakukan sensor secara mandiri. Sementara itu, kita terus melaksanakan literasi kepada masyarakat untuk menjadi badan sensor mandiri terkait film yang ditonton. Harapanya, bisa menjadi filter. Bisa memilah film yang paling tepat. Paling tidak dalam lingkup keluarga. Upaya kita berbuah manis dengan diraihnya penghargaan tersebut.

Hal besar kedua yang terjadi pekan ini terkait Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Jawa Timur. Gelaran sudah berangkir, Sabtu (16/9) kemarin. Yang menggembirakan atlet-atlet kita luar biasa. Ada peningkatan torehan medali yang signifikan. Biarpun belum memenuhi target yang saya harapkan. Tetapi capaian pada gelaran kali ini sudah sangat membanggakan. Bayangkan, kontingen kita berhasil membawa pulang sepuluh medali emas, 14 medali perak, dan 25 perunggu. Kontingen kita berhasil mengemas 93 poin. 

Capaian ini sudah jauh meningkat daripada gelaran Porprov 2022 lalu. Atlet-atlet kita pada waktu itu berhasil membawa pulang tiga emas, 17 medali perak, dan 13 medali perunggu. Dari perolehan itu, kontingen Kota Madiun harus puas di peringkat 24 dari 38 kota/kabupaten di Jawa Timur. Dari tiga emas meningkat jadi sepuluh medali emas. Terima kasih para atletku. Sudah berjuang optimal dari sejak latihan hingga bertanding. Perjuangan kalian patut mendapatkan apresiasi. 

Memang sudah saya siapkan reward untuk mereka. Kita siapkan total Rp 1,2 miliar. Apabila nanti dapat emas kita ganti Rp 40 juta, kalau perak Rp 20 juta, dan perunggu Rp 10 juta. Itu untuk yang perorangan. Kalau beregu rewardnya beda. Mereka pantas mendapatkan itu. Reward sebagai penghargaan atas perjuangan para atlet dalam mengharumkan nama daerah. Prestasi olahraga memang tidak bisa didadak. Harus melewati banyak latihan dan pertandingan. Karenanya, saya yakin ke depan capaian ini bisa semakin ditingkatkan. Atlet-atlet yang saat ini sudah mengukir prestasi tinggal menjaga dan meningkatkannya. 

Hal besar ketiga yang terjadi di pekan ini tentu saja terkait kunjungan tamu internasional di kota kita. Ini pernah saya ulas sebelumnya. Kota kita kedatangan tamu luar biasa. Delegasi dari Republik Kenya. Ada 12 orang. Tujuh laki-laki dan lima perempuan. Pun, mereka bukan orang sembarangan. Mereka terdiri dari pejabat di Kementerian Kesehatan, Dewan Nasional urusan Kependudukan dan Pembangunan, pejabat perwakilan dari pemerintah daerah, dan juga dari unsur akademisi. Ternyata kota kita tidak hanya kedatangan tamu kenegaraan dari Kenya. Dalam rombongan itu juga ada perwakilan dari negara Bangladesh. Informasi yang saya terima, ada tiga delegasi dari Bangladesh. Ketiganya perempuan. Mereka dari Partners in Population and Development (PPD) Bangladesh. 

Artinya, ada lawatan dua negara di kota kita. Saya menyambutnya di Bandara Juanda, Minggu (17/9) kemarin siang. Kebetulan saya ada kegiatan di Surabaya paginya. Usai makan siang, rombongan langsung menuju ke kota kita. Sudah kita pesankan kamar di Aston Hotel. Tamu negara dan pendamping dari tanah air akan menginap di hotel itu selama sepekan. Ada juga di hotel yang lain. Kalau dengan pendamping dari tanah air mungkin ada kalau 50 orang lebih. Pokoknya, kota kita akan ramai dalam sepekan ini. 

Rangkaian kunjungan itu akan kita mulai, Senin (18/9) ini. Pembukaan kita gelar di GCIO Kota Madiun. Setelah kegiatan pembukaan, rombongan kembali ke hotel. Ada presentasi tentang Kota Madiun dan hal yang dikunjungi. Setelah itu, di hari kedua rombongan akan mengunjungi RSUD Kota Madiun. Sesuai tujuan kunjungan, delegasi Kenya dan Bangladesh tersebut memang datang terkait urusan kesehatan. Khususnya, tentang kesehatan reproduksi. Fokusnya ada pada urusan pengendalian pendudukan melalui KB paska persalinan, penekanan angka kematian ibu dan bayi, serta stunting. Kebetulan kota kita mendapatkan banyak penghargaan terkait itu. Salah satunya, penghargaan Bangga Kencana. Tak heran, kota kita ditunjuk pemerintah pusat untuk menjadi daerah tujuan tamu internasional tersebut.

Rombongan selanjutnya mengunjungi Puskesmas Sukosari di hari ketiga. Seperti diketahui Puskesmas memegang peranan penting dalam pengoptimalan urusan kesehatan masyarakat. Saya yakin di Kenya dan Bangladesh juga memiliki fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas. Kita bisa sama-sama belajar. Apa yang baik dari sana kita adopsi di sini. Sebaliknya, apa yang baik di tempat kita bisa mereka tiru. Selanjutnya, kita jadwalkan untuk mengunjungi Ngrowo Bening Edupark pada hari keempat. Di sana ada kegiatan rujakan dengan ibu hamil. Ini juga salah satu upaya di Kota Madiun untuk menekan stunting. Ibu hamil harus mendapatkan asupan gizi yang cukup agar anak dalam kandungan juga cukup gizi. 

Setelahnya, rombongan kita ajak ke Kampung KB Sejahtera Kelurahan Klegen. Kenapa kunjungan di sana? ya karena Kampung KB Sejahtera Kelurahan Klegen mencuri perhatian nasional Juli lalu. Kampung KB Sejahtera merupakan wakil Jawa Timur dan berhasil meraih predikat terbaik nasional 2023. Piagam penghargaannya diberikan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bapak Hasto Wardoyo bersamaan kegiatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 di Palembang. Ini juga salah satu alasan kenapa Kota Madiun ditunjuk pusat untuk menjadi daerah jujugan delegasi dua negara tersebut. 

Kota kita sudah luar biasa saat ini. Ada banyak perubahan dan makin banyak dikunjungi orang. Bukan hanya dari dalam negeri, tetapi sampai luar negeri. Delegasi dari dua negara sudah berada di kota kita. Sebagai tuan rumah kita harus menjaga nama baik negara kita. Harus kita berikan pelayanan yang terbaik. Jangan sampai meninggalkan kesan yang buruk. Ini bukan hanya terkait nama kota kita. Tapi juga nama bangsa dan negara kita. Mari kita berikan yang terbaik untuk tamu kita. Tamu dari dua negara. 


Penulis adalah Wali Kota Madiun Drs. H. Maidi, SH, MM, M.Pd