81 PPS Dilantik Pakai Baju Adat, Ketua KPUD Kota Madiun Sebut Biar Makin Pede Karena Banyak Turun ke Masyarakat
MADIUN – Ada yang berbeda dalam pelantikan 81 Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kota Madiun. Ya, PPS yang akan bertugas pada Pilkada 2024 di Kota Pendekar itu dilantik dengan mengenakan baju adat. Hal itu sengaja dilakukan untuk menambah kepercayaan petugas.
‘’Sengaja kita minta untuk mengenakan baju adat biar menambah kepercayaan diri. Ini penting karena mereka akan banyak berinteraksi dengan masyarakat nantinya,’’ kata Ketua KPUD Kota Madiun Wisnu Wardhana usai pelantikan di Sun Hotel, Minggu (26/5).
Wisnu menambahkan ada banyak tugas kepemiluan yang mengharuskan berharap petugas untuk turun ke bawah. Di sisi lain, tidak menutup kemungkinan bakal muncul kendala di masyarakat. Karenanya, kepercayaan diri penting dimiliki dalam melaksanakan tugas-tugas tersebut.
‘’Selain itu baju adat ini juga sebagai simbol keberagaman di tanah air kita termasuk di Kota Madiun. Tentunya dalam bertugas nanti akan menjumpai beragam karakter di masyarakat,’’ ujarnya.
Wisnu juga mengucapkan selamat kepada PPS yang dilantik. Sebab, mereka telah berhasil menyingkirkan ratusan peserta sebelumnya. Wisnu menyebut ada 200 lebih pelamar. Setelah dilakukan serangkaian seleksi, mulai seleksi administrasi, tes tulis, dan wawancara hingga menyisakan 81 peserta. Mereka akan bertugas untuk 27 kelurahan di Kota Madiun. Masing-masing kelurahan terdapat tiga peserta.
‘’Setelah ini menyusul akan kita bentuk sekretariat PPS,’’ terangnya.
Wisnu juga berpesan untuk senantiasa mengedepankan kode etik penyelenggara Pemilu. Tidak hanya dalam menjalankan tugas. Tetapi juga pada saat berinteraksi dengan masyarakat. Mulai dari sikap dan ucapan maupun dalam bermedsos.
‘’Setelah dilantik ini, mereka resmi sebagai petugas penyelenggara Pemilu. Ada kode etik yang melekat. Ini harus diperhatikan benar,’’ pungkasnya. (ney/agi/madiuntoday)