Rapat Paripurna LPJ APBD 2023 Berlanjut, Kali Ini dengan Agenda Pemandangan Umum Fraksi
MADIUN – Pembahasan laporan pertanggungjawaban LPJ APBD tahun anggaran 2023 kembali berlanjut. Rapat paripurna pun kembali digelar. Kali ini sidang paripurna dengan agenda Penyampaian Pemandangan Umum (PU) Fraksi-fraksi DPRD Kota Madiun. Pj Wali Kota Madiun, Eddy Supriyanto juga hadir dalam rapat paripurna yang berlangsung di gedung DPRD Kota Madiun, Selasa (28/5). Rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-fraksi tersebut merupakan lanjutan paripurna sebelumnya dengan agenda Penyampaian Nota Keuangan Wali Kota Madiun atas Raperda Kota Madiun tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran (TA) 2023.
Satu persatu fraksi pun memberikan pemandangan umumnya. Dimulai dari Fraksi PDIP yang dibacakan Sutardi, Fraksi Demokrat yang dibacakan Ismiati, Fraksi Perindo yang dibacakan Yuliana, Fraksi PKB yang dibacakan Erlina Susilorini, Fraksi Gerindra yang dibacakan Rina Haryati, Fraksi PKS-PAN yang dibacakan Nur Salim, dan Fraksi PSI-Nasdem yang dibacakan Rudi Wisnu Wardhana.
Berbagai pertanyaan seputar LPJ APBD 2023 itu pun mengemuka. Mulai soal Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa), capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD), kredit macet Bank Daerah, dan lain sebagainya. Menanggapi itu Pj Wali Kota Eddy mengaku akan segera menindaklanjuti pertanyaan-pertanyaan fraksi tersebut.
‘’Nanti akan kita bentuk tim untuk menyiapkan jawaban-jawaban itu. Saya rasa semuanya sudah bekerja keras dan terukur, akan kita siapkan semuanya nanti,’’ kata Pj wali kota.
Pj wali kota menyebut penyiapan jawaban tersebut dalam waktu secepatnya. Bahkan, ditarget dalam satu-dua hari ini. Sebab, rapat paripurna dengan agenda selanjutnya dijadwalkan Jumat nanti.
‘’Kita siapkan satu dua hari ini. Termasuk tadi apakah soal Silpa, PAD, dan lainnya. Kita ketemu lagi Jumat nanti,’’ jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Istono menyebut pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam PU merupakan hal biasa. Itu merupakan salah satu bentuk kekritisan wakil rakyat dalam menjalankan salah satu fungsinya. Namun, sikap kritis wakil rakyat tersebut masih dalam batas wajar.
‘’Penyampaian cukup kritis, tetapi menurut hemat kami masih dalam koridor yang benar. Catatan-catatan maupun pertanyaan itu dalam rangka untuk mendapatkan penjelasan dan masih dalam batas normal,’’ ungkapnya.
Istono menyebut rapat paripurna selanjutnya dengan agenda mendengarkan jawaban Pj wali kota terkait Pemandangan Umum Fraksi, pandangan akhir dan pengambilan keputusan. (rams/agi/diskominfo)