Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Penurunan Stunting, Pj Wali Kota Eddy Optimis Kota Madiun Dapat Hasil Optimal




MADIUN – Kota Madiun berkesempatan untuk menjadi wakil Jawa Timur ke tingkat nasional terkait upaya penekanan stunting. Setidaknya, satu tahapan penilaian telah dilewati Pemerintah Kota Madiun. Yakni, penilaian kinerja aksi konvergensi yang berlangsung secara zoom dengan tim penilai dari Provinsi Jawa Timur. Tim stunting Kota Madiun yang dipimpin Pj Wali Kota Eddy Supriyanto memberikan paparan penilaian kinerja tersebut dari GCIO Dinas Kominfo Kota Madiun, Rabu (29/5).

Pj wali kota menyebut stunting memang salah satu perhatian pemerintah pusat. Tak heran, pemerintah daerah terus didorong untuk menekan stunting di daerah masing-masing. Penilaian, lanjutnya, menjadi salah satu upaya memacu pemda untuk terus berinovasi menekan stunting tersebut. Pun, di Kota Madiun angka stunting sudah cukup baik. Bahkan, masuk sepuluh besar daerah terendah dengan stunting terendah di Jawa Timur.

‘’Angka stunting kita sudah di bawah nasional dan Jawa Timur serta masuk sepuluh besar terendah. Ini tentu tak terlepas dari upaya-upaya yang dilakukan pemda. Nah, upaya-upaya ini kemudian dilakukan penilaian oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur,’’ kata Pj wali kota.

Berbagai upaya tersebut sudah disampaikan secara gamblang di hadapan dewan juri. Di antaranya, inovasi pendampingan hingga bantuan-bantuan. Seperti diketahui di Kota Madiun ada Warung Stop Stunting (WSS) yang saat ini berganti dengan program pemberian makanan tambahan (PMT) setiap minggu. Selain itu, juga ada warung tekan inflasi, kakek-nenek asuh, penekanan pernikahan dini, dan lain sebagainya.

‘’Stunting itu kompleks ya. Makanya juga lintas sektor. Selain inovasi dari OPD, juga kita tingkatkan partisipasi dari masyarakat. Dan di Kota Madiun partisipasi masyarakat juga sangat baik,’’ jelasnya sembari menyebut optimis Kota Madiun dapat nilai optimal.

Pj wali kota berharap Kota Madiun bisa mendapatkan nilai terbaik dalam penilaian kali ini. Terlebih bisa mewakili Jawa Timur ke tingkat pusat. Namun, Pj wali kota menambahkan fokus utamanya bukan pada diraihnya penghargaan. Tetapi bagaimana bisa menekan angka stunting sekecil mungkin.

‘’Harapannya tentu stunting bisa terus ditekan kalau bisa sampai zero stunting,’’ pungkasnya. (dspp/agi/diskominfo)