MADIUN — Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun bergerak cepat merespons keluhan para pedagang terkait lonjakan harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Besar Madiun. Langkah ini dilakukan agar harga bahan pangan di pasaran tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.
Dalam sepekan terakhir, harga komoditas seperti gula pasir dan tepung kanji memang merangkak naik. Kondisi ini membuat para pedagang terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk modal kulakan di tengah aktivitas pasar yang cenderung sepi.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh Ida, salah seorang pedagang di Pasar Besar Madiun. Ia mengaku perubahan harga terjadi hampir setiap hari pada sejumlah komoditas yang dijualnya.
"Dalam sepekan ini harga barang sudah berganti semua. Ada yang naik Rp1.000 sampai Rp2.000, tetapi ada juga yang kenaikannya lebih besar," ungkap Ida saat ditemui di lapaknya. Menurutnya, penyesuaian harga jual terpaksa dilakukan karena harga dari distributor sudah tinggi, sementara daya beli masyarakat justru makin menurun.
Saat ini, harga gula pasir eceran di Pasar Besar Madiun menyentuh Rp18.500 per kilogram, melebihi angka HET sebesar Rp17.500 per kilogram. Sementara harga tepung kanji melonjak cukup signifikan dari Rp15.000 menjadi Rp18.000 per kilogram.
Menanggapi hal itu, Plt Kepala Bidang Perdagangan Disdag Kota Madiun, Tri Prasetyaningrum, menjelaskan kenaikan harga gula dipicu turunnya produktivitas tebu akibat cuaca panas dan minimnya pasokan air. Hasil panen tebu yang sebelumnya mencapai 700 kuintal per hektare, kini merosot jadi 550 kuintal per hektare.
"Produktivitas tebu turun sekitar 20 sampai 25 persen karena faktor cuaca. Hasil panen yang kurang maksimal ini bikin biaya produksi naik, sampai akhirnya ngefek ke harga di tingkat pedagang," terangnya.
Untuk membantu warga mendapatkan harga pangan yang lebih ramah di kantong, Disdag Kota Madiun langsung menggandeng BUMN, BUMD, dan PG Redjo Agung Baru menggelar operasi pasar murah. Di agenda ini, masyarakat bisa membeli gula pasir seharga Rp16.500 per kilogram.
Tak cuma menggelar pasar murah, Disdag juga rutin menerjunkan tim untuk mengawasi peredaran dan kualitas komoditas di pasaran agar pasokan bahan pokok untuk warga Kota Madiun tetap aman. (rams/im/madiuntoday)