Kuatkan Ketahanan Pangan Dan Pemberdayaan Masyarakat, DKPP Tambah P2L Dari APBN




MADIUN - Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) telah terbukti efektif menguatkan ketahanan pangan dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, jumlahnya terus ditambah. Termasuk di Kota Madiun.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun Totok Sugiarto mengatakan, saat ini terdapat 42 P2L yang tersebar di wilayah Kota Madiun.

"Saat ini masih ada pembangunan 7 P2L lainnya. Sehingga, total nantinya ada 49 P2L tahun ini," ujarnya, Selasa (28/11).

Menurut Totok, pembangunan 7 P2L ini mendapatkan bantuan dana dari APBN. Nilainya, Rp 50 juta per P2L yang diserahkan langsung kepada petani / kelompok P2L yang mengelola. Ditambah Rp 15 juta yang diberikan kepada DKPP setempat untuk membiayai pembinaan P2L.

Adapun tujuh lokasi tersebut berada di Kelurahan Ngegong, Rejomulyo, Mojorejo, Demangan, Kelun, Nambangan Lor, dan Sogaten.

Menurut Totok, bantuan Rp 50 juta tersebut meliputi paket pekerjaan pembangunan green house, sarana pembenihan, pembuatan demplot, pertanaman, dan sarana prasarana pasca panen. Misalnya, keranjang dan timbangan.

"Juga, diberikan paket benih sayuran berkualitas seperti kangkung, sawi, cabai, dan terong," imbuhnya.

Lebih lanjut, Totok mengungkapkan bahwa pembangunan P2L juga masih berlanjut tahun depan. Ada tambahan tujuh lokasi lagi yang didanai melalui APBN.

"Selain itu, dari APBD kami juga menyediakan pembinaan, monev, dan bantuan sarana prasarana P2L hingga pemasaran agar pengelola lebih semangat," jelasnya.

Totok pun menambahkan, dalam pembangunan P2L pihaknya berkoordinasi dengan kelurahan setempat. Kemudian, mendata lahan tidur milik Pemkot Madiun untuk ditanami. Serta, melibatkan masyarakat sebagai pengelola.

"Selain menyediakan sayuran segar dan berkualitas, P2L bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk menambah pemasukan. Sehingga, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Kota Madiun," tandasnya. (Rams/irs/madiuntoday)