Pembangunan Menawan, Wisatawan Pun Berdatangan
Kadin Budparpora: Rata-rata Ada 30 Ribu Lebih Kunjungan Setiap Harinya
MADIUN – Pembangunan di Kota Madiun tampaknya berhasil mendatangkan tingkat kunjungan wisatawan. Hal itu terlihat dari meningkatkan kunjungan ke Kota Madiun setidaknya dalam tiga tahun terakhir. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun, Agus Purwowidagdo menyebut tingkat kunjungan wisatawan di kisaran 30 ribu dalam sehari saat ini.
‘’Jadi memang tercatat ada peningkatan setiap tahunnya. Untuk saat ini kalau di rata-rata ada 30 ribu lebih wisatawan yang datang setiap harinya,’’ katanya, Selasa (28/11).
Data di mejanya, ada sebanyak 587.946 kunjungan dalam negeri di Kota Madiun tahun ini. data tersebut dihitung dari Januari sampai September lalu. Sementara untuk wisatawan luar negeri ada sebanyak 400 orang. Jumlah tersebut meningkatkan dibanding jumlah kunjungan dua tahun sebelumnya. Yakni, ada sebanyak 543.207 wisatawan dalam negeri sepanjang 2022 dan 350.554 sepanjang 2021.
‘’Ini merupakan tingkat kunjungan di 34 objek daya tarik wisata di Kota Madiun. Mulai Lapak UMKM kelurahan, Ngrowo Bening Edupark, dan Pahlawan Street Center (PSC). Terbesar memang di PSC,’’ jelasnya.
Agus menambahkan jumlah kunjungan di lapangan diperkirakan lebih besar. Sebab, penghitungan hanya dilakukan dengan metode komparasi dari beberapa objek data. Mulai ceklist yang dilakukan petugas, data parkir kendaraan, hingga kedatangan di stasiun dan terminal. Data peningkatan wisatawan tersebut juga diperkuat dengan jumlah hunian hotel di Kota Madiun. Dari 34 hotel yang ada, jumlah hunian hotel mencapai 244.025 untuk Januari sampai September 2023 ini. Jumlah dipastikan masih akan terus bertambah.
‘’Karena objek wisata kita tidak bertiket, jadi untuk penghitungan kita menggunakan pendekatan-pendekatan. Kita komparasikan dari metode ceklist yang dilakukan petugas kami, termasuk kunjungan di mall juga. Kemudian ada dari data parkir hingga kedatangan di stasiun dan terminal,’’ ungkapnya.
Agus menyebut peningkatan kunjungan di Kota Madiun tersebut tentu tak terlepas dari pembangunan yang mengemuka. Seperti diketahui, Kota Madiun sudah banyak perubahan. Tempat-tempat baru dimunculkan. Mulai Lapak UMKM kelurahan, Pahlawan Street Center, Pahlawan Religi Center, Pahlawan Bisnis Center, Bogowonto Culinary Center, dan lain sebagainya.
‘’Kalau tidak ada perubahan dari pembangunan, mungkin Kota Madiun tidak seramai ini,’’ pungkasnya. (vincent/rams/agi/madiuntoday)