Tinggal Satu Syarat, SMPN 13 Kota Madiun Bisa Berpredikat Sekolah Rujukan Google Dalam Waktu Dekat
MADIUN – SMPN 13 Kota Madiun satu dari tiga sekolah di Kota Pendekar yang dikunjungi perwakilan Google for Education se-tanah air, Rabu (29/11) kemarin. Bersama SMPN 1 dan SMPN 3 Kota Madiun, ketiganya memang didorong untuk menjadi Sekolah Rujukan Google. Nah, dari ketiganya, SMPN 13 Kota Madiun tampaknya bakal menjadi yang pertama mendapatkan predikat Sekolah Rujukan Google tersebut. Pasalnya, sejumlah persyaratan telah terpenuhi dan hanya menyisakan satu persyaratan lagi.
‘’Saat ini statusnya masih kandidat Sekolah Rujukan Google. Ada beberapa persyaratan agar bisa menjadi Sekolah Rujukan Google. Dan kita tinggal satu persyaratan lagi,’’ kata Kepala SMPN 13 Kota Madiun, Anik Suyatni, Kamis (30/11).
Anik menyebut dua syarat pertama sudah dipenuhi SMPN 13. Yakni, minimal 15 persen dari jumlah guru yang sudah harus bersetifikat level 2. Sementara yang bersertifikan level 1 setidaknya sudah 30 persen dari total jumlah guru. Di SMPN 13, lanjutnya, memiliki total 46 guru. Tujuh di antaranya sudah bersertifikat level 2. Sedang, 35 guru sudah mengantongi sertifikat level. Anik menyebut dari ketentuan tersebut SMPN 13 sudah memenuhi persyaratan.
‘’Dua persyaratan itu kita sudah bisa memenuhi. Kita tinggal satu syarat lagi terkait trainer. Google mensyaratkan minimal ada seorang trainer,’’ ujarnya sembari menyebut SMPN 13 sudah berstatus Kandidat Sekolah Rujukan Google pada 20 November 2023 lalu.
Anik menyebut ada banyak keuntungan yang didapat dari status Sekolah Rujukan Google. Selain pendampingan yang lebih banyak dari Google for Education hingga kesempatan pengembangan ilmu khususnya dalam digitalisasi pembelajaran. Selain itu, tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Sebab, di tanah air baru ada lima sekolah berstatus rujukan Google. Pun, semuanya merupakan sekolah swasta. Artinya, SMPN 13 Kota Madiun berpeluang menjadi sekolah negeri pertama di tanah air yang menyandang status Sekolah Rujukan Google.
‘’Manfaat terkait pembelajaran tentu dari kemanfaatan teknologinya. Selain itu, anak-anak pastinya bangga dengan status itu. Harapannya, bisa termotivasi untuk lebih semangat dalam belajar,’’ pungkanya sembari menyebut diperbolehkan menggunakan logo Google salah satu keuntungan lainya. (rams/agi/madiuntoday)