Masinis Dan Kru KA Jalani Tes Narkoba
Wujud Komitmen Jaga Keselamatan Perjalanan KA
MADIUN - PT KAI (Persero) terus berupaya menjaga komitmen menciptakan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan lancar. Untuk itu, sarana prasarana dan SDM di dalamnya wajib bertugas dalam kondisi prima. Termasuk, menjauhi narkotika dan obat-obatan terlarang.
Karena itu pula, PT KAI melakukan pengecekan kesehatan secara berkala bagi pegawainya. Seperti kegiatan yang tampak di Stasiun Besar Madiun pada Senin (18/12). Menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nganjuk, PT KAI menggelar pemeriksaan narkoba bagi masinis, asisten masinis, dan petugas operasional KA lainnya
"Pemeriksaan dilakukan secara acak di wilayah Daop 7 Madiun. Semisal, di pintu perlintasan KA, UPT Perawatan Prasarana KA, maupun stasiun," ujar Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Kuswardojo.
Dengan dilakukan pemeriksaan tes narkoba ini diharapkan dapat menjamin bahwa seluruh petugas yang berdinas dalam kondisi optimal sebagai garda terdepan melayani pelanggan.
Pelaksaan tes narkoba menggunakan alat tes urine dengan enam parameter untuk mengetahui kandungan Amphetamine (AMP), Morphin/Opiate (MOP), Mariyuana (THC), Cocaine (COC) Methaphetamine (MET) dan Benzodiazepine (BZD).
Selain Stasiun Besar Madiun, kegiatan serupa juga berlangsung di Stasiun Kertosono. Total ada 150 pekerja yang menjalani tes narkoba di antaranya masinis, asisten masinis, kondektur, teknisi KA dan polsuska. Serta, petugas operasional stasiun.
“Kegiatan ini dilakukan guna memastikan lingkungan PT KAI khsusunya para pekerja yang bertugas sebagai ASP dalam kondisi yang sehat dan baik, serta bebas daripenyalahgunaan narkotika, psikotropika dan obat terlarang (NAPZA),” tandasnya. (istimewa/irs/madiuntoday)