Tingkat Konsumsi Ikan di Kota Madiun Capai 42,58 Kg/kapita/tahun, Terus Meningkat di Tiga Tahun Terakhir




MADIUN – Pemerintah Kota Madiun mendapatkan penghargaan tingkat konsumsi ikan dari Provinsi Jawa Timur beberapa waktu yang lalu. Lebih tepatnya penghargaan untuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Madiun atas upaya peningkatan konsumsi ikan terbaik di Jawa Timur. Penghargaan diberikan bersamaan peringatan Hari Ikan Nasional ke-10 Provinsi Jawa Timur di Dyandra Convention Center Surabaya, Senin (11/12) lalu.

Nah, diterimanya penghargaan tersebut tak terlepas dari keberhasilan Pemerintah Kota Madiun meningkatkan konsumsi ikan bagi masyarakat. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Madiun Totok Sugiarto menyebut tingkat konsumsi ikan di Kota Pendekar setidaknya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

‘’Berdasar data Susenas (survei sosial ekonomi nasional) ada peningkatan konsumsi ikan sejak 2020 lalu,’’ kata Totok, Senin (18/12).

Totok menambahkan berdasar data Susenas tersebut tingkat konsumsi ikan di Kota Madiun pada 2020 tercatat 26,26 kg/kapita/tahun. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 31,47 kg/kap/th pada 2021 lalu. Nah, peningkatan juga terjadi untuk 2022. Setidaknya, tingkat konsumsi ikan masyarakat Kota Madiun mencapai 42,58 kg/kap/th.

‘’Jadi reward yang kita terima kemarin adalah capaian peningkatan konsumsi tertinggi se-Jawa Timur, yaitu peningkatan sebesar 11,08 kg/kap/th,’’ ujarnya sembari menyebut penghargaan memang mengacu data tahun lalu.

Totok menyebut data 2023 sendiri belum keluar karena masih tahun berjalan. Meningkatkan tingkat konsumsi ikan di Kota Madiun tersebut juga tak terlepas dari peran Ketua Forikan Kota Madiun, Yuni Setyawati Maidi.Yuni yang juga ketua TP PKK Kota Madiun tersebut juga mendapatkan penghargaan atas peran aktif dalam meningkatkan konsumsi ikan bagi masyarakat. Salah satunya melalui kreasi menu olahan ikan.

‘’Peningkatan konsumsi ikan ini memang harus terus ditingkatkan. Ini butuh peran kita bersama,’’ imbuhnya.

Apalagi, tingkat konsumsi ikan sejatinya masih di bawah target pusat. Yakni, sebesar 56,48 kg/kap/th. Totok menyebut hal itu menjadi tantangan tersendiri. Sebab, Kota Madiun merupakan bukan daerah pesisir. Tak heran, harga ikan laun masih cukup tinggi. Sedang, ikan budidaya darat masih berkutat dengan ikan lele yang masih cukup terjangkau. Sedang, ikan jenis lain seperti nila dan gurami masih cukup tinggi.

‘’Yang bisa bersaing harga dengan produk daging hanya ikan lele. Untuk produk ikan nila, gurami masih cukup tinggi,’’ jelasnya.

Kendala lainnya dari hasil produksi budidaya ikan. Produksi ikan di Kota Madiun 2023 ini mencapai 379,5 ton. Sementara berdasar hitungan angka konsumsi ikan berdasar survei Susenas, kebutuhan ikan mencapai 8,9 ribu ton setahun. Tak heran, konsumsi ikan di Kota Pendekar juga masih membutuhkan pasukan dari luar daerah. Bahkan untuk ikan laut, 100 persen dari luar daerah.

‘’Ini sekaligus peluang bagi budidaya ikan di Kota Madiun,’’ pungkasnya. (dspp/agi/madiuntoday)