Antisipasi Kenaikan Harga Sembako Jelang Nataru, Pemprov-Pemkot Kompak Gelar Pasar Murah




MADIUN - Potensi kenaikan harga bahan kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan seperti Natal dan tahun baru (Nataru) terus diantisipasi. Tidak hanya Pemkot Madiun melalui Dinas Perdagangan yang menggelar pasar murah di pasar tradisional dan warung tekan inflasi (wartek). Pemprov Jawa Timur juga menggelar kegiatan serupa di Kota Pendekar.

Bertempat di halaman Bakorwil I Madiun, pasar murah inisiasi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dibuka mulai pukul 09.00 pada Selasa (19/12).

Setidaknya, ada empat bahan kebutuhan pokok yang disajikan. Rinciannya, 5 ton beras kemasan lima kilogram dibanderol dengan harga Rp 51 ribu per karung. Kemudian, 720 liter minyak goreng dengan harga Rp 13 ribu per liter, 100 kilogram telur ayam dengan harga Rp 23 ribu per kilogram, dan 100 kilogram gula pasir Rp 14 ribu per kilogram.

Kegiatan tersebut akan berlangsung hingga Rabu (20/12). Tepatnya, sampai pukul 12.00. Atau, jika bahan yang dijual habis.

Di sisi lain, Wartek Pahlawan Bussiness Center (PBC) juga cukup ramai dipadati pembeli. Selain beras, telur ayam, minyak goreng, dan gula pasir, wartek juga menyediakan bahan kebutuhan lain. Seperti cabai rawit dan bawang merah-bawang putih.

Endang Astuti, salah seorang warga Kelurahan Taman mengaku terbantu dengan program pemerintah untuk menekan inflasi. Baik pasar murah di Bakorwil maupun wartek.

"Kalau tidak ada pasar murah di Bakorwil, biasanya saya beli di wartek," ungkap perempuan 58 tahun itu.

Sejak wartek dibuka, dia mengaku selalu memanfaatkan pasar murah tersebut. Biasanya di Wartek Merpati atau Bundaran Taman. Sedangkan di pasar murah Bakorwil hari ini, perempuan yang akrab disapa Tutik ini berhasil membawa pulang dua karung beras kemasan lima kilogram, gula pasir dua kilogram, dan minyak goreng dua kilogram.

"Kalau masih kurang atau barang yang di Bakorwil habis, bisa beli di depan (Wartek PBC, red)," imbuhnya.

Tutik pun berharap program pasar murah ini bisa terus terselenggara. Dengan begitu, bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Terjangkau, tidak menyusahkan masyarakat, dan sangat membantu," tandasnya. (Ws Hendro/irs/madiuntoday)