Lagi, Upaya Penipuan Lewat WA, Mengaku Utusan Wali Kota Terkait Bantuan Pembangunan Masjid




MADIUN – Aksi penipuan dunia digital makin menjamur saja. Bahkan, pelaku kian nekat dengan mencatut nama Wali Kota Madiun, Dr. Maidi. Parahnya, upaya penipuan tersebut menyasar bantuan keagamaan untuk pembangunan masjid. Upaya penipuan melalui aplikasi chatting Whatsapp itu menyasar panitia pembangunan Masjid Al Hikmah Perum Bumi Mas Kota Madiun, Senin (18/12).

Pelaku menggunakan nomor +6285336664069 dengan mengaku bernama Daud Abdillah. Dia mengaku sebagai utusan Wali Kota Madiun, Dr. Maidi. Dalam pesan singkat yang dikirimkan tersebut, pelaku mengaku diperintah wali kota untuk menyampaikan amanah bantuan untuk pembangunan Masjid Al Hikmah.

Dalam upaya penipuan tersebut pelaku mengaku ada bantuan sebesar Rp 20 juta. Namun, Rp 5 juta di antaranya untuk yatim atau dhuafa di Panti Asuhan Muhammadiyah. Pelaku juga menawarkan bantuan sebagai penghubung dengan pihak panti asuhan. Itu sejatinya hanya akal-akalan pelaku untuk memberikan nomor rekening panti asuhan. Harapannya, korban mengirimkan uang tersebut ke nomor rekening yang disebut pelaku milik panti asuhan. Padahal, uang Rp 20 juta yang disebut bantuan dari wali kota tersebut sejatinya juga nihil. Artinya, tidak ada bantuan Rp 20 juta tetapi pelaku berupaya mendapatkan Rp 5 juta dari takmir masjid korban sasaran pelaku.

Upaya penipuan dengan modus serupa sejatinya sudah sering terjadi. Karenanya, masyarakat harus selalu waspada dan tidak mudah percaya. Apalagi, hanya disampaikan melalui pesan singkat dari nomor baru. Bahkan, ada juga yang langsung menyaru sebagai pejabat terkait lengkap dengan nama dan foto profilnya. Sebelumnya, juga pernah ada yang menggunakan nama dan foto profil Sekda Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto. Ada juga yang menggunakan nama dan foto profil kepala OPD hingga pejabat di Kejaksaan dan Kepolisian. Masyarakat bisa menanyakan terkait kebenaran pesan tersebut kepada pihak yang berwewenang sesuai instansi yang digunakan pelaku. (ws hendro/agi/madiuntoday)