Penyaluran BLT 2023 Selesai, Total Ada 13.547 Penerima di Kota Pendekar
MADIUN – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) 2023 di Kota Madiun telah selesai dilakukan. Setidaknya, ada empat jenis BLT yang telah disalurkan dengan total 13.547 keluarga penerima manfaat (KPM). Keempat jenis BLT tersebut yakni, BLT pusat sebanyak 9.036 KPM, BLT Daerah sebanyak 2.800 KPM, BLT DBHCHT kelompok masyarakat rentan sebanyak 1.515 KPM, dan BLT DBHCHT kelompok pekerja pabrik rokok sebanyak 198 KPM.
‘’Ini hanya dari jenis BLT, belum termasuk program lain seperti PKH (program keluarga harapan),’’ kata Kabid Sosial Dinsos-PPPA Kota Madiun, Rita Susanti, Kamis (21/12).
BLT pusat, kata dia, merupakan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pusat yang ditunaikan. Setiap penerima mendapatkan Rp 200 ribu perbulan dan diberikan selama 12 bulan. Penyaluran BLT pusat, lanjutnya, terbagi dalam dua mekanisme. Ada yang melalui kantor pos dan ada juga yang lewat bank.
‘’Kalo yang lewat kantor pos, penyalurannya setiap tiga bulan sekali, tapi kalau lewat bank itu setiap dua bulan sekali,’’ jelasnya.
Begitu juga dengan BLT daerah. Rita menyebut BLT daerah merupakan BPNT daerah yang ditunaikan. Setiap penerima mendapatkan Rp 200 ribu perbulan dan juga diberikan selama 12 bulan. Penyaluran BLT daerah dilakukan per tiga bulan sekali.
Rita menambahkan sementara untuk BLT DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) terbagi dalam dua kelompok. Pertama BLT DBHCHT kelompok pekerja pabrik rokok. Untuk Kota Madiun setidaknya ada 198 KPM kelompok ini. Setiap penerima mendapatkan Rp 300 per bulannya. Bantuan diberikan selama 12 bulan dengan pencairan tiap tiga bulan sekali. Artinya, setiap pencairan penerima langsung mendapatkan Rp 900 ribu.
‘’Pencairan untuk triwulan keempat sudah dilaksanakan 14 Desember lalu,’’ ungkapnya.
Kedua, ada BLT DBHCHT kelompok masyarakat rentan. Penerima BLT jenis ini hanya mendapatkan bantuan selama tiga bulan. Yakni, alokasi November, Oktober, dan Desember. Total penerima sebanyak 1.515 KPM. Setiap KPM mendapat Rp 200 ribu. Artinya, setiap penerima total mendapatkan Rp 600 ribu. Pencairan sudah dilakukan pada 12 dan 13 Desember lalu.
Rita menyebut tidak ada dobel penerima BLT. Sebab, pihaknya sudah melakukan beberapa tahap verifikasi, termasuk verifikasi lapangan. Pun, setiap penerima sudah terdata secara online. Tak heran, masyarakat yang sudah mendapat bantuan dari program lain dapat dengan mudah diketahui.
‘’Jadi kita verlap dulu. Semua sudah pakai sistem. Jadi sekarang lebih mudah untuk ngeceknya,’’ ujarnya. (vincent/agi/madiuntoday)