Diresmikan Hari Ini, Replika Monas dan Kereta Cepat Bogowonto Diharapkan Jadi Magnet Wisatawan Di Kota Pendekar
MADIUN – Daya tarik Kota Madiun semakin bertambah. Selain wisata enam negara tanpa paspor dan visa, Kota Madiun juga memiliki ikon nasional. Yakni, replika Monumen Nasional (Monas) yang diresmikan Jumat (29/12) oleh Wali Kota Madiun, Dr. Maidi.
‘’Sebagai bagian dari Negara Indonesia, kita ikut berbangga ada Monas di sini,’’ ujar wali kota.
Orang nomor satu di Kota Pendekar itupun mengatakan bahwa keberadaan replika Monas di Kota Madiun ini diharapkan bisa menjadi wisata edukasi bagi masyarakat tanpa harus jauh-jauh ke Jakarta.
Sebagai informasi, Monas didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Belanda. Pembangunannya dimulai pada 17 Agustus 1961. Kemudian, diresmikan dan dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975.
Dalam kesempatan itu, replika kereta cepat Bogowonto juga turut diresmikan oleh wali kota. Tidak sekadar hiasan, kereta cepat tersebut dapat dinaiki dan dijadikan ruang pertemuan yang nyaman. ‘’Ini ruang VIP. Mulai hari ini sudah bisa dikunjungi,’’ imbuhnya.
Selain dua ikon baru di Kota Madiun itu, wali kota juga meresmikan sejumlah bangunan lainnya. Seperti, Pasar Kawak, Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sedoro dan Nusa Penida. Kemudian, Lapak Rimba Dharma dan Lapangan Gulun.
Begitu pula dengan beberapa proyek Pemkot Madiun untuk lembaga maupun instansi vertikal. Seperti, gedung pertemuan Gereja Mater Dei, Pondok Pesantren Riyadhul Jannah, Kodim 0803 Madiun, Brimob, dan Yonif 501 Bajra Yudha.
‘’Semua proyek sudah saya cek dan hasilnya memuaskan. Terima kasih untuk rekanan yang mengerjakan proyek dengan baik. Mendapatkan proyek di Kota Madiun adalah kesempatan dan kesempatan harus dimanfaatkan dengan baik. Ada hak dan kewajiban yang harus dipenuhi,’’ tandasnya. (Rams/ney/irs/madiuntoday)