Ada 12 Kampung Tematik Di Kota Madiun, Fasilitasi Beragam Kegiatan Masyarakat
MADIUN – Kampung tematik tak sekadar jadi lokasi berkumpulnya masyarakat. Tapi juga mengangkat kearifan lokal setempat. Serta, sebagai sarana pemberdayaan masyarakat. Karenanya, pembangunan kampung tematik terus dilakukan agar memberikan wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas.
Hingga akhir 2023, Kota Madiun telah memiliki 12 kampung tematik. Kampung Pesona di Kelurahan Madiun Lor. Kemudian, Sport Center Bahtera Kencana Winongo, Kampung Tematik Pesona Jati Rejomulyo, dan Kampung Tematik Bumi Semendung Kelurahan Klegen.
Selain itu, juga ada Kampung Tematik Pancasoka di Nambangan Lor, Dewi Rengganis Kelurahan Manisrejo, Pelataran M’biting Josenan, Watu Linggo Manguharjo, Kampung Tematik Kelun, dan Kampung Tematik Patihan. Serta, yang terbaru ada Kampung Mini Peceland di Kanigoro dan Kampung Seni Reksogati Kelurahan Sogaten.
‘’Hingga saat ini ada 12 kampung tematik. Dua di antaranya dibangun pada 2023 dan yang lainnya dibangun pada tahun sebelumnya,’’ ujar Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun, Jemakir.
Menurut Jemakir, pembangunan kampung tematik tidak akan berhenti sampai di situ. Disperkim menargetkan setiap kelurahan di Kota Madiun memiliki kampung tematik. Sehingga, totalnya nanti ada 27 kampung tematik dengan berbagai ciri khas yang berbeda.
Pembangunan kampung tematik berkonsep wawasan lingkungan. Karenanya, disesuaikan dengan embrio yang sudah ada di masing-masing kelurahan. Harapannya, dengan keberadaan kampung tematik bisa semakin mengembangkan potensi lokal yang sudah ada. Selain itu, juga sebagai upaya optimalisasi aset Pemkot Madiun.
Lebih lanjut, Jemakir menjelaskan bahwa pembangunan kampung tematik disesuaikan dengan usulan dari pihak kelurahan. Selain itu, pengelolanya juga harus jelas agar dapat dipertanggungjawabkan.
‘’Pembangunannya menyesuaikan. Tahun ini rencananya ditambah dua kampung tematik tapi kami menunggu usulan kelurahan,’’ tandasnya. (Ney/irs/madiuntoday)