102 PNS Segera Pensiun, Plt Wali Kota Siapkan Regenerasi Birokrasi Pemkot Madiun



MADIUN – Satu per satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun mulai bersiap memasuki masa purna tugas. Tercatat, 102 PNS akan pensiun pada periode 1 Oktober 2026 hingga 1 Juni 2027. Di tengah kondisi tersebut, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mulai mematangkan regenerasi birokrasi sembari menunggu lampu hijau dari pemerintah pusat untuk mengisi sejumlah jabatan strategis.


Bagi Bagus, regenerasi menjadi langkah yang harus dipersiapkan sejak dini. Pasalnya, gelombang pensiun tidak hanya terjadi tahun ini, tetapi juga diperkirakan akan berlanjut pada 2027 dengan semakin banyak pejabat struktural yang memasuki masa purna tugas.


"Saya sudah mendapat informasi bahwa tahun 2027 nanti cukup banyak pejabat eselon II maupun eselon III yang akan purna. Karena itu regenerasi harus kami siapkan mulai sekarang," ujarnya usai memberikan pembekalan persiapan purna tugas, Rabu (22/7).


Untuk memastikan estafet kepemimpinan berjalan baik, Bagus mengaku telah melakukan pemetaan potensi ASN. Ia bahkan mengundang para pejabat eselon III, perencana, hingga pejabat eselon IV untuk berdiskusi dan mengenali kemampuan masing-masing.


"Bagi saya yang utama adalah kebutuhan organisasi dan kemampuan ASN. Siapa yang punya potensi untuk mempercepat pembangunan Kota Madiun, tentu akan kami beri kesempatan. Jadi tidak semata-mata melihat senioritas," tegasnya.


Di sisi lain, proses penataan birokrasi masih menunggu persetujuan Kementerian Dalam Negeri. Saat ini terdapat sembilan jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang masih kosong. Menurut Bagus, usulan mutasi jabatan eselon II, III, hingga IV telah dikirim ke Kemendagri beberapa bulan lalu. Namun, sebagai pelaksana tugas wali kota, setiap mutasi dan pelantikan harus lebih dulu memperoleh persetujuan pemerintah pusat.


"Usulannya sudah kami kirim. Tinggal menunggu persetujuan. Begitu suratnya turun, proses pelantikan akan segera kami laksanakan," katanya.


Selain menyiapkan regenerasi, Bagus juga berharap para PNS yang memasuki masa purna tugas tetap berkontribusi bagi Kota Madiun. Menurutnya, pengalaman yang dimiliki para senior merupakan modal penting yang tidak bisa tergantikan.


"Saya masih membutuhkan masukan dan pengalaman dari para senior yang telah lama mengabdi di pemerintahan. Setelah purna tugas, saya berharap mereka tetap memberikan saran dan pemikiran untuk kemajuan Kota Madiun. Itu harapan saya," ungkapnya.


Dari 102 PNS yang akan memasuki masa purna tugas, terdapat sejumlah pejabat yang turut memasuki masa purna tugas, di antaranya Sekretaris Daerah Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto, Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Administrasi Pembangunan Malik Asmani, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnaker-KUKM) Kota Madiun Ahsan Trihastho, serta Lurah Kuncen dan Lurah Kelun.


Total PNS yang akan pensiun tersebut terdiri atas satu Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, tujuh Pejabat Administrator, lima Pejabat Pengawas, 62 Pejabat Fungsional Guru, enam Pejabat Fungsional lainnya, serta 21 pelaksana.


Dengan regenerasi yang mulai dipersiapkan sejak sekarang, Bagus optimistis estafet kepemimpinan di lingkungan Pemkot Madiun akan berjalan mulus. Menurutnya, pengalaman para ASN senior dan potensi generasi penerus menjadi modal penting agar kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga. (Bip/rat/Madiuntoday)