Cek Revitalisasi Sekolah, Plt Wali Kota Madiun Pantau Progres Pembangunan
MADIUN – Aktivitas gowes dimanfaatkan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun untuk memantau langsung sejumlah fasilitas publik di Kota Madiun, Selasa (11/8). Dalam rute tersebut, Plt walikota mengecek progres revitalisasi di dua sekolah sekaligus melihat kondisi kawasan Alun-Alun Kota Madiun.
Peninjauan revitalisasi sekolah dilakukan di SDN Manguharjo, Jalan Hayam Wuruk, dan SDN Ngegong. Keduanya menjadi bagian dari sekolah yang mendapatkan dukungan anggaran revitalisasi.
Di SDN Manguharjo, revitalisasi mendapatkan anggaran sekitar Rp680 juta dari Kementerian Pendidikan. Anggaran tersebut digunakan untuk pembenahan ruang kelas, toilet, dan perpustakaan. Saat ditinjau, pekerjaan masih dalam tahap persiapan dan pengerjaan struktur bangunan.
Sementara di SDN Ngegong, tersedia anggaran sekitar Rp468 juta untuk revitalisasi empat ruang kelas. Selain itu, satu ruang kelas lainnya mendapatkan dukungan anggaran dari APBD. Plt memastikan progres pembangunan terus dipantau agar hasil pekerjaan sesuai dengan kebutuhan siswa.
“Kalau sudah mendekati finishing, kita cek supaya bisa melihat kualitas bangunan dan kebutuhan siswa saat ini,” ujarnya.
Secara keseluruhan, terdapat sembilan sekolah yang telah diajukan untuk mendapatkan anggaran revitalisasi. Bagus meminta dinas terkait bersama pelaksana proyek mempercepat pengerjaan agar seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai waktu yang telah ditentukan.
“Saya sampaikan kepada dinas dan pelaksana proyek untuk mengejar waktu. Jangan sampai terlambat dari waktu yang sudah ditentukan,” tegasnya.
Tak hanya meninjau sekolah, gowes rutin Plt Wali Kota juga dilakukan untuk mengecek Alun-Alun Kota Madiun. Ia menemukan adanya tumpukan sampah di kawasan tersebut dan meminta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) segera melakukan pembersihan.
Penataan Alun-Alun juga menjadi perhatian pemerintah. Trotoar di sisi timur dan utara rencananya akan dibenahi. Kondisi tersebut turut berkaitan dengan aktivitas pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sekitar kawasan.
Plt F Bagus Panuntun meminta PKL memanfaatkan lokasi yang telah difasilitasi Pemkot Madiun. Koordinasi dengan paguyuban PKL masih dilakukan, terutama untuk mengatur aktivitas berjualan ketika proses pembenahan kawasan dimulai.
“Pemkot sudah memfasilitasi tempat. Kalau tidak, jangan jualan di sana. Nanti ketika diperbaiki, gesernya ke mana? Ini masih kami koordinasikan dengan paguyuban,” pungkasnya.
(ws hendro/kus/madiuntoday)