Arus Balik dengan Kereta Api Mulai Meningkat, KAI Daop 7 Pastikan Tiket Masih Tersedia
MADIUN – Berbeda dengan kondisi jalan raya yang mulai dipadati kendaraan pemudik yang kembali ke kota asal, arus balik menggunakan kereta api di Stasiun Madiun pada Jumat (4/4) masih terlihat lengang.
Meskipun sudah ada antrean penumpang, jumlahnya belum signifikan karena puncak arus balik dengan moda transportasi ini diperkirakan terjadi pada 6 April 2025.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menyampaikan bahwa masih terdapat total 318 kursi yang tersedia untuk perjalanan dari wilayah Daop 7 Madiun menuju Jakarta Pasar Senen pada periode 4-11 April 2025.
“Jika tiket pada tanggal dan rute yang diinginkan sudah penuh, masyarakat dapat menggunakan fitur Connecting Train atau Kereta Sambungan di aplikasi Access by KAI sebagai alternatif perjalanan,” ujar Zainul.
Adapun ketersediaan kursi untuk keberangkatan dari Daop 7 Madiun ke Jakarta dalam periode tersebut adalah KA Madiun Jaya (Madiun - Pasar Senen, berangkat pukul 08.00): 73 kursi eksekutif, 86 kursi ekonomi. KA Brantas Tambahan (Blitar - Pasar Senen, berangkat pukul 08.10): 76 kursi eksekutif.
KA Brantas (Blitar - Pasar Senen, berangkat pukul 12.55): 53 kursi eksekutif. KA Singasari (Blitar - Pasar Senen, berangkat pukul 16.40): 30 kursi eksekutif.
Selain rute ke Jakarta, masyarakat juga masih memiliki banyak pilihan tiket untuk perjalanan ke kota-kota lain seperti Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan Malang.
Untuk memastikan ketersediaan tiket dan kemudahan dalam pemesanan, masyarakat disarankan untuk menggunakan aplikasi resmi KAI, Access by KAI.
Sementara itu, berdasarkan data KAI Daop 7 Madiun, volume penumpang yang berangkat dari wilayah tersebut pada Kamis (3/4) mencapai 13.590 orang. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat menjelang puncak arus balik.
Dengan masih banyaknya tiket yang tersedia dan perjalanan yang lebih nyaman, masyarakat diimbau untuk mempertimbangkan perjalanan menggunakan kereta api sebagai solusi arus balik yang lebih lancar dan bebas hambatan.
(Rams/kus/madiuntoday)