MADIUN – Gelaran Madiun Menari bukan sekedar event pelestarian budaya semata. Namun, menjadi bukti nyata cinta masyarakat untuk kotanya. Buktinya 5.000 peserta hadir turut ambil bagian dalam event yang tersaji di Jalan Pahlawan, Sabtu (29/8) malam. Peserta yang didominasi dari masyarakat tersebut hadir tanpa diwajibkan, tanpa diperintah. Mereka datang sebagai bukti cinta kepada budaya kotanya.
‘’Ini bukan kegiatan pemerintah. Ini kegiatan masyarakat. Semua inisiasi dari masyarakat. 5.000 peserta ini bergerak membangun kota ini menjadi kota budaya,’’ kata Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun.
Plt wali kota menyebut ribuan masyarakat yang hadir tersebut bukanlah peserta. Namun, bagian dari sejarah Kota Madiun dalam pelestarian budaya melalui Madiun Menari. Karenanya, ke depan Pemerintah Kota Madiun bakal memperluas fasilitas terkait budaya. Salah satunya, bidang seni tari. Plt wali kota juga berharap semakin banyak inisiasi dari masyarakat ke depan. Harapannya, event besar di Kota Madiun merupakan sarana apresiasi terhadap keinginan masyarakat.
‘’Saya senang, kegiatan hari ini yang diinisasi masyarakat dan antusiasnya luar biasa. Masyarakat ingin ikut terlibat. Ke depan saya ingin inisiasi masyarakat lebih banyak lagi biarpun pemerintah sudah punya kalender event sendiri,’’ harapnya.
Terkait Rekor MURI, Plt wali kota menyebut kegiatan Madiun Menari bukan untuk mengejar prestasi. Namun, lebih untuk mengapresiasi keinginan masyarakat. Karenanya, Plt wali kota tidak mendaftarkan kegiatan ke MURI. Hal ini diharap juga memantik keinginan masyarakat lainnya. Bukan hanya dari bidang budaya. Namun, juga keinginan dari bidang lainnya.
‘’Ini yang punya masyarakat bukan Pemerintah Kota Madiun. Saya lebih mengapresiasi bahwa ini milik masyarakat, lebih mengapresiasi bagaimana gerak masyarakat Kota Madiun untuk mencintai kotanya. Kalau penghargaan gampang,’’ pungkasnya. (ws hendro/rams/dspp/bip/agi/diskominfo)