MADIUN – Tuntutan pekerjaan yang terus bertambah, ditambah cuaca Kota Madiun yang belakangan terasa sangat panas, dapat membuat tubuh lebih mudah merasa lelah. Jika tidak diimbangi istirahat yang cukup, tekanan pekerjaan berisiko memicu burnout atau kelelahan fisik, mental, dan emosional akibat stres berkepanjangan.
Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional akibat tekanan berkepanjangan. Kondisi ini tidak selalu ditandai dengan menurunnya produktivitas. Seseorang mungkin tetap mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik, tetapi harus mengorbankan waktu istirahat, hubungan sosial, hingga kegiatan yang sebelumnya menyenangkan.
Dikutip dari Verywell Mind, Corinne Low, PhD, profesor madya di University of Pennsylvania, menjelaskan bahwa burnout dapat muncul ketika tuntutan yang dihadapi seseorang terus melampaui kapasitasnya. Karena itu, mengenali batas kemampuan diri dan mengatur kembali prioritas menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan serta keseimbangan hidup.
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengelola tekanan kerja dan mencegah burnout.
1. Jangan tunggu pekerjaan selesai untuk beristirahat
Saat tugas menumpuk, waktu istirahat sering menjadi prioritas terakhir. Padahal, tubuh dan pikiran membutuhkan jeda untuk memulihkan energi. Cobalah menjadwalkan waktu luang secara rutin, mulai dari berjalan santai, membaca buku, menjalankan hobi, hingga berkumpul bersama orang terdekat. Istirahat bukan hadiah setelah semua pekerjaan selesai, melainkan bagian penting dari rutinitas.
2. Kenali kapasitas diri dan berani membuat batasan
Keinginan untuk memberikan hasil terbaik memang positif. Namun, terus menerima tugas ketika beban kerja sudah berlebihan justru bisa menjadi bumerang. Susun pekerjaan berdasarkan prioritas, tenggat waktu, dan tingkat kepentingannya. Jika tugas mulai sulit ditangani, komunikasikan kondisi tersebut kepada atasan. Usahakan juga tidak terus membawa urusan kantor ke waktu pribadi.
3. Tidak harus mengerjakan semuanya sendirian
Merasa harus menangani seluruh pekerjaan sendiri dapat menambah tekanan. Padahal, membagi tanggung jawab merupakan bagian dari pengelolaan kerja yang sehat. Diskusikan pembagian tugas dengan rekan satu tim atau minta arahan atasan untuk menentukan prioritas. Di rumah, tanggung jawab sehari-hari juga bisa dibagi dengan anggota keluarga agar waktu istirahat tetap terjaga.
4. Cari bantuan profesional jika kelelahan berlarut-larut
Kelelahan yang tidak kunjung membaik, sulit berkonsentrasi, gangguan tidur, mudah tersinggung, hingga kehilangan motivasi perlu mendapat perhatian. Jika kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Bantuan profesional dapat membantu mengenali sumber tekanan dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Mengelola burnout bukan berarti menghindari tanggung jawab, melainkan menemukan cara agar pekerjaan tetap berjalan tanpa mengabaikan kebutuhan diri sendiri. Produktivitas bukan soal seberapa lama seseorang bertahan dalam tekanan, tetapi juga bagaimana ia mampu menjaga kesehatan dan keseimbangan hidup.
(Rams/rat/madiuntoday)