MADIUN – Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Pahlawan, Kota Madiun, Sabtu (29/8), dalam gelaran Madiun Menari dan Spectra Night. Setelah rangkaian acara berakhir, petugas kebersihan langsung bergerak membersihkan area yang sebelumnya dipenuhi aktivitas masyarakat.
Petugas disiagakan untuk memastikan kebersihan tetap terjaga setelah acara. Pembersihan dilakukan di sepanjang Jalan Pahlawan, termasuk area yang menjadi titik berkumpulnya masyarakat selama Madiun Menari dan Spectra Night berlangsung.
Gelaran Madiun Menari sendiri menghadirkan lebih dari 5.000 penari dari berbagai elemen masyarakat. Pelajar, seniman, organisasi wanita, hingga masyarakat dari berbagai penjuru Kota Madiun ikut menyatukan gerak dalam Tari Beksan Parisuko yang terdiri dari 77 gerakan.
Antusiasme masyarakat membuat Jalan Pahlawan berubah menjadi ruang pertunjukan terbuka. Warga tidak hanya datang untuk menyaksikan, tetapi juga menjadi bagian dari gelaran yang mengusung semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya Kota Madiun.
Setelah masyarakat berangsur meninggalkan lokasi, petugas kebersihan kemudian melanjutkan pekerjaan mereka. Sampah yang tertinggal dikumpulkan dan diangkut agar ruas Jalan Pahlawan dapat kembali digunakan masyarakat dengan kondisi bersih.
Pembersihan menjadi bagian penting setelah gelaran yang melibatkan ribuan orang. Terlebih, rangkaian Madiun Menari dan Spectra Night berlangsung di ruang publik dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.
Gerak cepat petugas kebersihan memastikan kemeriahan acara tidak meninggalkan persoalan kebersihan dalam waktu lama. Jalan Pahlawan kembali tertata setelah menjadi panggung bagi ribuan warga untuk menari dan menikmati hiburan bersama.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kemeriahan acara dan kebersihan kota dapat berjalan beriringan. Setelah ribuan warga bergerak bersama dalam Madiun Menari, giliran para petugas kebersihan bergerak memastikan ruang kota kembali nyaman digunakan.
(bip/dspp/kus/madiuntoday)