MADIUN – Jejak Ozil Fathul Prawira di lapangan hijau tak bisa dipandang sebelah mata. Di usianya yang baru 10 tahun, pesepak bola cilik asal Kota Pendekar ini sudah berhasil memboyong puluhan gelar kejuaraan. Memasuki musim 2026, langkahnya kian mantap usai resmi dipercaya memimpin timnya sebagai kapten kelompok umur U-11.
Demi mengejar mimpi, Ozil rela memangkas waktu bermainnya. Saat anak-anak seusianya bersantai di akhir pekan, ia justru menempuh perjalanan jauh. Sudah tujuh bulan berjalan, setiap Jumat sore ia rutin bersiap berangkat dari Kota Madiun ke Kota Jakarta demi jalani latihan intensif.
“Kalau dibilang capek, ya pasti capek bolak-balik Madiun–Jakarta. Tapi aku senang, sepak bola membuat aku happy,” ungkapnya.
Bakat Ozil sendiri sudah diasah sejak usia 4–5 tahun saat masih di bangku TK. Dari latihan rutin di Madiun, ia kemudian bergabung dengan Indonesia Muda Soccer School dan lolos seleksi pembinaan di Jakarta. Di sana, mental dan teknik bertandingnya makin teruji. Lelahnya perjalanan antarkota itu terbayar lunas. Deretan piala kejuaraan sukses ia bawa pulang.
Hasilnya pun mentereng. Ozil sukses menyabet Juara 1 Piala IJL (Indonesia Junior League) U-11, Juara 1 Liga TopSkor Greater Jakarta KU-10 2026, Juara 1 Piala KONI Tangerang Selatan, hingga Juara 1 U-10 Danyonkes 2 Kostrad Cup II 2025.
Tak hanya itu, ia juga berhasil meraih Juara 3 Rahmad Darmawan Cup 2025, menyabet predikat Best Player U-10 Piala Presiden Grassroots 2026, Juara 3 kategori Cup dalam Liga TopSkor (LTS) Seri Nasional, serta memboyong Juara 3 LTS Seri Nasional U-10.
Tahun ini, tantangannya semakin menarik. Tidak hanya naik tingkat ke kelompok U-11, Ozil juga mendapat amanah besar untuk memimpin rekan-rekannya di lapangan sebagai kapten tim.
Hal itu dikuatkan oleh Owner Indonesia Muda Soccer School, Suyitno. Ia mengungkapkan bahwa Ozil memiliki jiwa petarung yang tinggi meski emosinya masih khas anak-anak.
“Kalau kalah pernah menangis sampai saya gendong. Tapi itu bagus, artinya dia punya semangat tinggi dan tidak mau menyerah untuk menang di laga berikutnya,” ungkap Suyitno.
Suyitno menekankan, keberhasilan Ozil tak lepas dari peran kedua orang tuanya. Dukungan penuh serta kesetiaan mendampingi di setiap perjalanan Madiun–Jakarta menjadi modal penting bagi tumbuh kembang mental dan kemampuan Ozil di lapangan.
Di usianya yang masih 10 tahun, perjalanan Ozil tentu masih sangat panjang. Berbekal latihan konsisten, tempaan pengalaman, dan full support keluarga, kapten cilik asal Kota Pendekar ini siap terus berlari mengukir prestasi yang lebih tinggi di panggung sepak bola tanah air. (bip/im/madiuntoday)