Foto utama berita: Wisata Heritage Jadi Ruang Belajar, Sejarah Kota Madiun Dikenalkan Langsung di Lapangan

Wisata Heritage Jadi Ruang Belajar, Sejarah Kota Madiun Dikenalkan Langsung di Lapangan

MADIUN – Sejumlah bangunan bersejarah di Kota Madiun tak hanya menjadi bagian dari wajah kota, tetapi juga ruang belajar bagi generasi muda. Hal itu dilakukan 61 siswa kelas XI SMK Negeri 4 Madiun yang turun langsung mengenal sejarah lokal melalui praktik mata pelajaran Pemanduan Perjalanan Wisata, Selasa (15/9).

Para siswa mengunjungi sejumlah lokasi, mulai kawasan HC, Balai Kota Madiun, hingga Bakorwil. Di setiap titik, mereka mendapat penjelasan mengenai latar belakang kawasan, sejarah pembangunan, fungsi bangunan, hingga perubahannya dari masa ke masa.

Pembelajaran di lapangan tersebut sekaligus memperkenalkan heritage sebagai salah satu potensi wisata Kota Madiun. Siswa tidak hanya diajak melihat bangunan, tetapi juga memahami cerita di baliknya sebagai bekal ketika nantinya bertugas sebagai pemandu wisata.

Di kawasan HC, misalnya, siswa mempelajari sejarah kawasan dan Jalan Pahlawan pada era Belanda. Materi kemudian berlanjut ke Balai Kota Madiun, termasuk sejarah pembangunan dan fungsi sejumlah bagian bangunan. Sementara di Bakorwil, siswa mendapat gambaran mengenai sejarah bangunan, pemanfaatannya pada masa Belanda, hingga perkembangannya sampai sekarang.

Pemandu wisata heritage, Septian Dwita Kharisma, mengatakan pengetahuan mengenai sejarah lokal menjadi bekal penting bagi siswa yang ingin menekuni bidang kepemanduan.

“Tujuannya memberikan ilmu tambahan agar melengkapi peran mereka sebagai pemandu wisata dan menambah sejarah lokal, sejarah Madiun,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan bangunan bersejarah juga bisa menjadi alternatif wisata yang dapat dikembangkan di Kota Madiun. Potensi tersebut dinilai dapat berjalan beriringan dengan perkembangan ekonomi kreatif.

“Wisata heritage ini bisa menjadi nilai plus bagi Kota Madiun untuk mendongkrak ekonomi kreatif,” katanya.

Dari sisi pembelajaran, Guru Program Keahlian Perjalanan Wisata SMK Negeri 4 Madiun, Abidin Basir, menyebut praktik lapangan menjadi bagian dari upaya membekali siswa dengan kompetensi kepemanduan. Sebelum mengenal destinasi di tingkat provinsi hingga nasional, siswa perlu memahami potensi wisata yang ada di daerahnya sendiri.

“Anak-anak ini diberi skill atau kompetensi sebagai pemandu perjalanan wisata, baik di lingkup lokal maupun nanti ke provinsi atau nasional,” jelasnya.

Menurut Abidin, pengenalan wisata lokal juga membuka pandangan siswa bahwa potensi Kota Madiun tidak hanya berada pada destinasi yang selama ini lebih dikenal masyarakat. Kawasan dan bangunan bersejarah turut menyimpan cerita yang dapat diangkat dalam kegiatan kepemanduan.

“Di balik yang kita kenal mungkin hanya di PSC atau ikon-ikon tertentu, kita punya nilai-nilai sejarah yang mungkin belum banyak dikenal generasi muda,” imbuhnya.

Berada langsung di lokasi membuat siswa bisa melihat sekaligus mempraktikkan bagaimana sebuah informasi sejarah disampaikan kepada orang lain. Dari bangunan yang mereka kunjungi, siswa belajar mengolah cerita tentang Kota Madiun menjadi materi yang menarik dan mudah dipahami wisatawan.

Pembelajaran seperti ini sekaligus membuka ruang agar wisata heritage semakin dikenal generasi muda, bukan hanya sebagai peninggalan masa lalu, tetapi sebagai bagian dari potensi wisata yang masih bisa diceritakan dan dikembangkan. (dspp/im/madiuntoday)

Galeri Foto

13 foto
Kategori: Berita
Tag: #Pendidikan #Keragaman Budaya
Bagikan:
Nael

Nael

Penulis artikel di Madiun Today — portal berita resmi Pemerintah Kota Madiun.

Artikel Terkait