MADIUN – Enam atlet National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kota Madiun siap membawa nama Kota Pendekar di Kejuaraan Paralympic Provinsi (Keparprov) Jawa Timur 2026. Mereka diberangkatkan langsung oleh Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun dari Balai Kota Madiun, Jumat (18/9), untuk bertanding di cabang atletik di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Surabaya. Pemerintah Kota Madiun memastikan para atlet mendapat pendampingan penuh selama mengikuti pertandingan.
Keberangkatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembinaan atlet Paralympic di Kota Madiun. Terlebih, enam atlet yang dikirim kali ini mayoritas merupakan atlet muda berusia 18 tahun ke bawah. Tiga di antaranya merupakan rekrutan baru dari program talenta 2026, sementara tiga lainnya merupakan atlet yang telah mengikuti program talenta pada 2025.
Tidak berhenti pada pelepasan, Pemkot Madiun juga memastikan para atlet mendapat pendampingan selama berada di Surabaya. Kendaraan disiapkan untuk mendukung mobilitas kontingen hingga seluruh rangkaian pertandingan selesai. Dukungan tersebut diberikan agar atlet dapat lebih fokus menjalani pertandingan setelah menjalani persiapan dan latihan secara intensif.
“Ini kan komunikasi terus dengan Disparpora, teman-teman. Makanya kami fasilitasi selama di sana nanti kita dampingi, kendaraannya ngikuti terus dari Pemkot, pokoknya didampingi sampai selesai. Ke depannya teman-teman ini kan sudah sering berlatih komunikasi bareng semuanya bareng dengan pemerintah kota. Sehingga harapannya nanti teman-teman NPCI ini berlatih terus.,” kata Plt wali kota.
Bagi Plt wali kota, hasil pertandingan tentu menjadi harapan. Namun, kondisi atlet selama menjalani perjalanan dan pertandingan juga menjadi perhatian. Ia berharap seluruh kontingen dapat menjalankan tugas dengan baik dan kembali ke Kota Madiun dalam kondisi sehat.
“Ya, tentunya teman-teman ini kan sudah terus berlatih. Harapannya kita bisa dapat prestasi dan yang terpenting lagi adalah teman-teman berangkat sehat, pulang sehat,” ujarnya.
Enam atlet tersebut akan turun di nomor atletik, termasuk nomor lari dan lempar. Persiapan pun tidak dilakukan secara instan. Ketua NPCI Kota Madiun Hari Widianto mengatakan para atlet sebelumnya menjalani latihan rutin setiap Sabtu. Mendekati pelaksanaan Keparprov, frekuensi latihan ditingkatkan menjadi setiap hari. Latihan berlangsung di kawasan GOR Kota Madiun. Pola latihan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembentukan pengalaman bagi para atlet muda yang mulai diproyeksikan untuk regenerasi NPCI Kota Madiun.
“Saya memang ngambil yang bawah untuk regenerasi para atlet. Harapannya kita membawa hasil yang terbaik untuk Kota Madiun,” katanya.
Regenerasi menjadi salah satu perhatian NPCI karena para atlet muda tidak hanya dipersiapkan untuk satu kejuaraan. Mereka diharapkan terus mendapatkan jam terbang melalui berbagai kompetisi sehingga kemampuan dan pengalaman bertanding semakin berkembang. Sebelumnya, atlet NPCI Kota Madiun juga telah mencatatkan prestasi di berbagai kejuaraan, dengan raihan medali emas, perak, dan perunggu di tingkat provinsi.
Pada Keparprov kali ini, kontingen Kota Madiun terdiri atas enam atlet, satu pelatih, dan dua official. Mereka mendapat dukungan dari Pemkot Madiun melalui Disbudparpora, mulai dari fasilitas latihan dan sekretariat di kawasan stadion hingga akomodasi, penginapan, dan transportasi selama berada di Surabaya.
Kabid Pemuda dan Olahraga Disbudparpora Kota Madiun Happy F. Ariyadi mengatakan dukungan tersebut diberikan untuk memastikan kebutuhan kontingen selama mengikuti pertandingan dapat terpenuhi. Salah satunya terkait transportasi, mengingat lokasi penginapan dan venue pertandingan memiliki jarak yang cukup jauh.
“Harapannya tetap membawa prestasi, nama baik Madiun di tingkat nasional kalau bisa. Karena memang mereka disabilitas, kita harus support penuh,” ungkapnya.
Dukungan terhadap atlet Paralympic pun diharapkan tidak berhenti ketika Keparprov 2026 berakhir. Komunikasi antara NPCI, atlet, Disbudparpora, dan Pemkot Madiun akan terus dijaga agar pembinaan berjalan berkelanjutan. Dengan begitu, para atlet muda tidak hanya mendapat kesempatan bertanding, tetapi juga memiliki ruang untuk terus berlatih, berkembang, dan menyiapkan regenerasi atlet Paralympic Kota Madiun.
(Dspp/rat/madiuntoday)